Menu

JWS-INR vs IvanSa-CNR, SHS-SVR dengan OD-SK Uji Kesaktian

  Dibaca : 597 kali
JWS-INR vs IvanSa-CNR, SHS-SVR dengan OD-SK Uji Kesaktian

TONDANO—Konstelasi politik menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) Minahasa tahun 2018 mendatang, kian benderang. Minahasa kembali akan menjadi arena tempur Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golongan Karya (Golkar). Di tengah hegemoni PDIP yang luar biasa, Golkar Minahasa rupanya tak gentar.

Partai pohon beringin telah menyiapkan figur kuat untuk menantang calon PDIP. Dia adalah Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang (IvanSa). Tersiar kabar, bahwa Golkar akan mendukung bahkan mengusung putra mantan Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang (SHS) itu untuk maju sebagai calon bupati Minahasa pada pilkada tahun depan.

IvanSa disebut bakal maju didampingi Ketua Golkar Minahasa Careig Naichel Runtu (CNR) sebagai calon wakil bupati. Dengan demikian, hajatan politik tahun depan, diperkirakan akan menjadi gelanggang duel antara IvanSa-CNR melawan JWS-INR (Jantje Wowiling Sajow dan Imelda Nofita Rewah). Diketahui, JWS yang merupakan calon petahana, telah beberapa kali menyatakan bakal maju bersama srikandi politik asal Langowan tersebut.

Arah politik IvanSa yang sebelumnya tampak kabur dibaca, kini makin jernih dilihat. IvanSa sebagai kader PDIP, mulai menunjukkan secara terbuka jalan politik mana yang hendak ia tempuh. Dan tampaknya, Ivan memang bakal menerima pinangan Golkar untuk maju bertarung pada 2018.

Langkah politik Ivan mulai jelas ketika ia menghadiri Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Kecamatan Tombariri & Mandolang, pekan lalu. Dengan mengenakan kaos kuning, Ivan bersama CNR tampil di depan puluhan loyalis Golkar. Di sela-sela musyawarah, keduanya terlihat serius membicarakan sesuatu. Sesekali keduanya saling berbalas senyum. Bahkan IvanSa dan CNR sempat duet menyanyikan lagu di hadapan para kader Golkar.

IvanSa ketika dikonfirmasi Indo Post, tidak membantah bahwa dirinya mendapat dukungan dari Golkar. Ia merasa terhormat dan berterima kasih kepada Golkar yang telah menyatakan dukungan.

“Tentunya sebagai kader PDIP, sangat terhormat dan berterima kasih kalau ada partai lain yang melirik saya dalam perhelatan Pilkada Minahasa nanti, apalagi dari Partai Golkar,” aku IvanSa.

 

Menurut Ivan, mendapat support dari Golkar merupakan sesuatu yang membanggakan. Karena katanya, Golkar adalah partai berpengalaman dan sangat lama berkuasa di Minahasa. Pada pilkada 2012 lalu juga, bagi Ivan, sangat sukar mengalahkan Golkar. PDIP yang mengusung dirinya bersama JWS, hanya unggul sangat tipis ketika itu.

 

“Partai Golkar adalah rival yang tangguh di Pilkada 2012 lalu,” sebut Ivan.

 

Walaupun begitu, dirinya belum mau bicara panjang lebar mengenai pencalonan nanti. Karena tahapan pendaftaran belum dibuka partai. “Pilkada nanti bulan Juni 2018. Mungkin semua partai masih menunggu tahapan pilkada dimulai baru membuka pendaftaran ataupun penjaringan calon dimulai,” jelas Ivan.

“Sekali lagi saya merasa terhormat dan tersanjung dan berterima kasih kepada elit partai yang melirik ataupun memasukkan saya dalam survei pada partai mereka dalam perhelatan pilkada Minahasa 2018 nanti,” tekannya.

Apabila IvanSa benar-benar diusung Golkar, maka diperkirakan bakal terbentuk dua koalisi besar di legislatif nantinya. Diperkirakan hanya akan muncul koalisi JWS-INR dan IvanSa-CNR di kursi dewan. Diperkirakan, tidak ada calon independen yang berani maju karena mengukur pengaruh kedua calon ini yang sulit ditakhlukan. Sehingga pilkada tahun depan, hanya menjadi arena pertarungan JWS-INR dan IvanSa-CNR.

 

Calon bupati incumbent JWS sendiri mengatakan, sangat berharap ia mendapatkan lawan sepadan. “Lebih bagus ada lawan, supaya seru,” ujar Sajow. Bahkan JWS menantang beberapa pejabat untuk mencalonkan diri menjadi lawannya, termasuk Ivan.

 

“Silakan saja, tidak boleh menghalangi orang untuk mencalonkan diri, bahkan saya mendorong wakil bupati untuk maju mencalonkan diri sebagai bupati Minahasa, sudah cukup lima tahun, tidak enak jadi wakil harus jadi bupati,” kata dia. Kata JWS, lebih baik ada tiga calon bupati supaya pilkada seru. “Soalnya kalau hanya sendiri pilkada namanya bukan pilkada,” ujarnya.

 

JWS tidak mempermasalahkan jika lawannya nanti orang dekat sekalipun. “Pemilihan lalu saja saya hadapi gorango (ikan hiu), lalu saya belum ada apa-apa tapi saya menang, apalagi sekarang,” ujar JWS.

 

Sementara itu, menurut pengamat politik Herry Plangiten, jika IvanSa dan CNR bersatu, maka akan bisa menjadi bom politik.

“Karena Ivan adalah politisi kharismatik dan banyak dicintai masyarakat. Berpasangan dengan siapa saja, Ivan tetap kuat. Apalagi bila berpasangan dengan CNR sebagai Ketua Golkar Minahasa, maka pasangan ini sangat bisa menang,” kata Plangiten.

Selain itu, peranan SHS-SVR, ia akui akan berpengaruh besar. Bahkan menurutnya, bisa mengguncang konstelasi  politik di Minahasa.

 

“Karena SHS adalah mantan gubernur dua periode yang luar biasa membangun Sulut. Dan SVR mantan bupati dua periode juga yang memilih pengaruh luar biasa di Minahasa,” nilainya.

Di sisi berbeda, menurut pengamat politik Meksi Sahensolar, memang sejatinya Pilkada Minahasa bila merunut pada sejarah, kerap ramai dan menjadi barometer politik. Akan tetapi, peta kekuatan di Minahasa saat ini begitu timpang.

Elektabilitas petahana JWS, menurutnya, terlampau jauh dari para lawan, yang bahkan belum menampakkan diri secara berani.

Pilgub 2015 di Minahasa menjadi bukti. JWS menjadikan Minahasa sebagai lumbung suara terbesar pasangan Olly Dondokambey SE dan Drs Steven Kandow (OD-SK) yang menang telak dalam pilgub. “Sebanyak 65 persen suara (113 ribu lebih) disumbangkan rakyat Minahasa. Ini merupakan kontribusi yang sangat besar bagi kemenangan OD-SK. Pasangan ini mampu meraih lebih dari 600 ribu suara atau 51 persen,” kata Sahensolar. (inf/zly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional