Menu

Oknum Kepsek SD Divonis 1 Tahun Penjara

  Dibaca : 399 kali
Oknum Kepsek SD Divonis 1 Tahun Penjara
TERSERET KORUPSI: Dua terdakwa saat menjalani proses putusan di Pengadilan Tipikor Manado.

MANADO — Dunia pendidikan di Bumi Nyiur Melambai (Baca: Sulut), kembali tercoreng dengan adanya vonis 1 tahun penjara kepada salah satu pimpinan sekolah dasar (SD) di kota Bitung, ML alias Ike. Selain Ike, dalam putusannya, Majelis Hakim diketuai Halidja Wally, didamping Hakim Anggota Julien Mamahit dan Nich Samara, di sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Manado, Selasa (2/5), kemarin, juga memvonis  terdakwa lainnya yakni CM alias Tian dengan hukuman yang sama yakni 1 kalender. Keduanya divonis setelah sebelumnya terbukti telah melakukan praktek korupsi terhadap pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) salah satu sekolah yayasan. Dalam putusannya, Majelis Hakim diketuai Halidja Wally, didamping Hakim Anggota Julien Mamahit dan Nich Samara memutus keduanya lewat dakwaan subsidair Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dan menjatuhkan sanksi pidana terhadap keduanya dengan bersandar pada pasal 2 ayat 1, juncto pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999. Sementara itu, untuk dakwaan primair JPU dengan pasal 3 UU No 31 Tahun 1999, Majelis Hakim telah menyatakan bahwa keduanya tidak bersalah. Selain memberikan sanksi pidana, majelis hakim juga memberatkan terdakwa Ike dengan uang pengganti sebesar Rp31 juta. Sedangkan untuk terdakwa Tia, majelis hakim mengganjar hukuman uang pengganti sebesar Rp2 juta. Keduanya juga dikenakan denda Rp50 juta, subsidair 1 bulan kurungan penjara. Diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar memberi bantuan. Bantuan diberikan untuk pembangunan ruang kelas baru bagi tujuh sekolah dasar di Kota Bitung. Salah satunya yakni sekolah yang dipimpin pelaku Ike yang menerima dana tersebut sebesar Rp300.070.000. Dalam pelaksanaannya, Ike yang menjabat kepala sekolah, tidak membangun sekolah sesuai surat perjanjian bantuan dengan direktorat pembinaan SD tentang pembangunan RKB dan meubelair SD Tahun 2015. Bangunan yang harusnya dibongkar, lalu dibangun kembali. Tapi kenyataannya hanya dilakukan rehabilitasi pada bangunan yang ada. Sementara terdakwa Tia ikut menjadi perencana/pengawas kegiatan, turut serta dalam dugaan korupsi itu. Dengan cara membuat laporan yang tidak sesuai. (air)

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional