Menu

Dekot Desak Pemkot Segel RS Siloam Paal Dua

  Dibaca : 642 kali
Dekot Desak Pemkot  Segel RS Siloam Paal Dua
Proses pembangunan RS Siloam Paal Dua, Manado.

MANADO — Bangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Paal Dua didesak untuk disegel pemerintah kota (Pemkot) Manado. Pasalnya, RS tersebut dibangun tanpa izin dan melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Manado.

Hal itu ditegaskan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado Raynaldo Heydemans. Dirinya mendesak Pemkot melalui instansi teknis melakukan penyegelan, agar pembangunan dapat dihentikan.

“Pembangunan RS Siloam di wilayah yang tidak sesuai dengan peruntukan, tidak bisa dilakukan. Ini jelas-jelas melanggar aturan dan harus ada ketegasan untuk ditertibkan bangunan tersebut. Karena, bila dibiarkan akan menjadi contoh buruk bagi para pengusaha lainnya yang akan menginginkam perlakuan yang sama, membangun dan mengurus izin belakangan,” ujar Haydemans, kemarin.

Bila dibiarkan, katanya, maka yang menjadi sasaran ialah pemerintah dan wakil rakyat. Dimana akan timbul kekecewaan warga. Sebab itu, untuk keadilan, bangunan tanpa izin apalagi tidak sesuai dengan peruntukan untuk tegas dilakukan penyegelan. Karena, jika tidak dilakukan penyegelan, otomatis proses pengerjaan bangunan akan terus dilakukan.

“Kasihan investor yang ingin masuk ke Manado, bila kebiasaan seperti ini terus dibiarkan. Pemkot harus ambil langkah tegas, lakukan penyegelan. Karena terang-terangan bangunan tersebut sudah menyalahi aturan,” tukasnya.

Sementara, pengamat lingkungan sekaligus akademisi Unika De La Salle Manado Ronald Rachmadi ST MT menjelaskan, hal utama yang harus diperhatikan dalam pembangunan RS ialah kajian analisis dampak lingkungan (Amdal). Serta adanya Ipal untuk limbah nantinya. Bila tanpa kejelasan hal itu, maka bangunan tersebut sudah jelas menyalahi aturan, bahkan lingkungan yang ada disekitar terancam.

“Saya sangat menyayangkan, ada pembangunan RS yang dibangun tanpa izin, apalagi terkait limbah belum ada kajian AMDAL serta penyediaan Ipal. Ini jelas-jelas salah dan sudah menyalahi aturan. Herannya, pembangunan tersebut masih terus berlangsung, bahkan penindakan dari instansi terkesan cuek. Tolong jangan biarkan lingkungan hidup kita terancam, gara-gara pembangunan yang tanpa kajian dan evaluasi terlebih dahulu,” terang Rachmadi.

Sambungnya, untuk dikeluarkan IMB, seharusnya ada kajian AMDAL untuk limbah nantinya. Yang mana, instansi teknis seperti Dinas Lingkungan Hidup juga berperan penting dalam pemberian rekomendasi dikeluarkan izin, berdasarkan tinjauan lapangan penyediaan Ipal RS tersebut. Dan bila tanpa rekomendasi, maka diharapkan ada ketegasan Pemerintah untuk tidak mengeluarkan izin, dan penindakan akan bangunan tersebut sebaiknya segera dilakukan.

Terpisah, Wakil Wali Kota Manado Mor Dominus Bastiaan mengatakan saat ini memang benar sudah ada laporan terkait pembangunan RS Siloam tanpa izin. Dan pihak kelurahan sudah pernah melakukan teguran baik lisan maupun tulisan. Sehingga, diharapkan dalam waktu dekat akan dilakukan penertiban, karena pihak yang bersangkutan tidak mau mengikuti aturan yang berlaku.

 

“Pemkot akan tegas tindaki bangunan tanpa izin, termasuk RS Siloam. Karena, sementara ini juga sedang dilangsungkan beberapa penyegelan bangunan tanpa izin. Apalagi, surat teguran sudah pernah diberikan kepada pihak RS tapi tidak pernah mau mengikuti ketentuan yang ada. Sehingga, penyegelan akan dilakukan, melalui instansi terkait,” pungkas Mor Bastiaan.

Pihak RS Siloam, sampai berita ini diturunkan belum berhasil dimintakan keterangan terkait pembangunan RS Siloam Paal Dua. (sty).

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional