Menu

Guru Mandolang Tewas di Adegan 16

  Dibaca : 464 kali
Guru Mandolang Tewas di Adegan 16
andy/IP REKONSTRUKSI: Pelaku saat memperagakan satu-persatu adengan pembunuhan, Kamis (4/5).

MANADO — Masih ingat dengan kasus pembunuhan sadis di Kecamatan Mandolang, Minahasa, Maret silam, yang menewaskan seorang guru AM alias Agustina (54), warga Desa Tateli, Jaga IV, serta anak gadisnya RR alias Ros (19) yang sempat kritis karena mengalami luka tikam? Untuk mengungkap secara jelas kronologi kejadian itu, Polresta Manado, Kamis (4/5) menggelar rekontruksi di rumah Kel. Rambing-Mamahit, di Desa Tateli, Jaga IV, Kecamatan Mandolang, sekira pukul 11.00 Wita, Kamis (4/5) kemarin. Adapun kegiatan reka ulang ini menampilkan kurang lebih 40 adegan. Pantauan Indo Post, dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi Kamis (9/3) lalu itu, pelaku FR alias Frangky (35), memperagakan bagaimana ia membuka pagar depan rumah korban dan masuk lewat pintu samping kiri. Selanjutnya, pelaku masuk ke kamar depan dimana korban dan anaknya sedang tidur. Pelaku kemudian membangunkan korban Agustina dan mereka berdua keluar duduk di sofa yang terletak di samping kamar korban. Usai bincang-bincang, korban dan pelaku kemudian masuk menuju ke kamar belakang. Disitu mulai terjadi pertengkaran antara korban dan pelaku, sehingga pelaku yang diketahui residivis pembunuhan itu menghabisi korban Agustina Mamahit (54). Aksi brutal pelaku itu terjadi di adegan ke 16, dimana korban disikut dan dicekik. Melihat korban Agustina sudah tidak bergerak, pelaku kembali masuk kamar depan, dimana anak korban berinisial RR alias Ros (19) tidur. Tanpa pikir panjang, pelaku langsung menikam korban di bagian belakang sebelah kiri. Saat korban sudah tak berdaya, pelaku sempat menelanjangi korban mahasiswi cantik itu dengan cara menggunting pakaiannya. Bahkan, pelaku sempat mencium-cium area sensitif korban, dan berniat menyetubuhinya. Namun karena korban sudah berlumuran darah, niat seks pelaku kendor. Lelaki bejat itu kemudian mengasak barang elektronik berupa handphone dan kabur dari lokasi kejadian. Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Edwin Humokor, saat dikonfirmasi mengatakan rekonstruksi dilakukan guna mengungkap lebih jelas penyebab kematian korban. “Rekonstruksi dilakukan sebanyak kurang lebih 40 adegan, dan ini dilakukan untuk kelengkapan berkas sebelum dilimpahkan ke pengadilan,” terangnya. Ia menambahkan, sesuai hasil otopsi RS Bhayangkara, korban Agustina meninggal akibat mengalami patah tulang leher. “Itu karena dicekik oleh pelaku,” simpulnya sembari menambahkan, dalam kasus ini pelaku pembunuhan hanya satu satu orang. “Pasal yang kita kenakan unutk pelaku adalah pasal 338, 365 dan kita akan coba kordinasi apakah masuk dalam pasal 340. Ancaman hukuman bisa saja mencapai 15 tahun penjara,” kata dia. Rekonstruksi tersebut dijaga puluhan anggota polisi dari Polresta Manado, mulai dari anggota Reskrim, Paniki dan Babinkhamtibnas. Sementara, warga dan keluarga korban yang turut menyaksikan reka ulang histeris sambil meneriaki pelaku. (ndy)

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional