Menu

Sulut Cinta NKRI, ‘Starla Menghadang Pancasila Nomor Satu’

  Dibaca : 465 kali
Sulut Cinta NKRI, ‘Starla Menghadang  Pancasila Nomor Satu’

MANADO – Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati! Kalimat itu menggambarkan kecintaan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), melalui karangan papan bunga. Terpantau, sejumlah markas polisi se-Sulut dibanjiri dengan berbagai bentuk pesan yang ditulis di papan karangan bunga, Kamis (4/5). Baik di Markas Polda Sulut maupun Mapolres kota/kabupaten.

Seperti terlihat di depan Polda Sulut, terdapat puluhan karangan bunga menjadi perhatian warga sejak pagi hari. Berbagai tulisan dukungan yang unik dituangkan masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Warga Sulut mendukung Polri-TNI menjaga kedaulatan NKRI yang berdasarkan Pancasila. Warga Sulut Cinta NKRI. Walaupun Starla menghadang pancasila nomo satu. Jangan ganti garuda dengan garida,” demikian tulisan di berbagai karangan bunga, kemarin.

Menurut Aldo Matindas, melalui karangan bunga, warga dapat kembali hidup bermasyarakat tanpa gampang dipecah-belah.

“Ini adalah bentuk sikap yang mewakili masyarakat dalam mengampanyekan, mendukung dan menjaga NKRI secara khusus di Sulut dan secara umum untuk Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Minsel/Mitra AKBP Arya Perdana menyatakan, apresiasi atas dukungan masyarakat khususnya terhadap Polri dalam upaya menjaga keutuhan NKRI.

“Tentunya kami sangat berterimakasih atas dukungan segenap warga masyarakat yang terus menerus mensupport kami. Terlebih dalam setiap pelaksanaan tugas selaku aparat negara Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat. Ini tentunya juga menjadi semangat dan motivasi khususnya Polres Minsel Mitra untuk senantiasa menjaga keutuhan kehidupan bermasyarakat, berbangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berideologikan Pancasila dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” ungkap Kapolres.

Terpisah, Bupati Mitra James Sumendap menyatakan dukungannya terhadap program aksi bela negara ini. Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk memahami konsep bela negara saat ini. Konsep bela negara memiliki makna yang cukup luas, namun terkadang sering disalah artikan menjadi bentuk militerisme saja. Dikatakan Sumendap, bela negara merupakan sebuah konsep yang telah disusun sedemikian rupa berdasarkan undang-undang tentang jiwa patriotisme yang dimiliki oleh seseorang, kelompok maupun seluruh bagian untuk mempertahankan dan menjaga keberadaan atau eksistensi negara itu sendiri.

“Berdasarkan pengertian tersebut, konsep bela negara tidak hanya terkait dengan bentuk militerisme yang lekat dengan TNI Polri saja melainkan juga mengikat terhadap seluruh warga negara Indonesia. Fakta tersebut pun semakin diperkuat dengan adanya peraturan yang tertuang di dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 pada pasal 30, dimana bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Republik Indonesia,” jelas Semendap.

Lanjut Sumendap, salah satu bentuk perwujudan bela negara dalam lingkungan berbangsa dan bernegara dapat ditunjukkan dengan ikut serta dalam memajukan kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia dengan cara menjaga kelestarian budaya asli Indonesia dan menggunakan produk-produk asli Indonesia.

“Jika seseorang sudah memiliki rasa nasionalisme yang tinggi terhadap negaranya sendiri, maka ia bisa disebut turut berpartisipasi dalam menerapkan konsep bela negara dalam kehidupannya. Dengan begitu bukan tidak mungkin jika kesadaran bela negara tersebut dapat menciptakan masyarakat yang aman dan sejahtera. Semoga kita juga termasuk ke dalam warga negara yang sadar untuk selalu menjunjung tinggi jiwa nasionalisme dan turut serta menjadi bagian dari agen bela  negara yang mampu memberikan konstribusi terhadap pertahanan negara Republik Indonesia,” tandasnya. (tim/zly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional