Menu

Kasus Tugu lilin, Tiga Gadis Diseret ke Meja Hijau

  Dibaca : 345 kali
Kasus Tugu lilin, Tiga Gadis Diseret ke Meja Hijau
ilustrasi

MANADO — Sidang pembunuhan terhadap seorang remaja Olisty ‘Amanda’ M, digelar pertama di Pengadilan Negeri Manado, Senin (22/5) kemarin. Sidang pertama ini menyeret tiga gadis yang menjadi pelaku pembunuhan yang terjadi di Tugu Lilin itu. Mereka adalah MT alias Sella, SM alias Eca, dan SB alias Lidia. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Elisabet Panjaitan, membacakan dakwaan pembunuhan yang terjadi, 14 November 2016. Awalnya, Sella dan Eca (berkas terpisah), serta Lidia (berkas terpisah), sedang nongkrong di Tugu lilin, Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang. Lidya kemudian menuju ke terminal bayangan di belakang Jumbo Swalayan, dan meminta sejumlah uang kepada para sopir angkot. Disaat ketiga terdakwa sedang meneguk Miras jenis cap tikus, korban datang bergabung bersama mereka. Namun, saat itu korban tidak mau meneguk miras meski disodorkan pelaku. Sella kemudian meminta korban mengganti celananya sambil menyodorkan rok yang dibawanya. Usai menuruti perintah Sella, korban kembali diduk diantara ketiga pelaku. Disaat ketiganya sedang duduk, tiba-tiba Sella bertanya kepada korban, apakah benar ia telah merebut pacarnya. “Amanda kiapa ngana ambe kita pe laki,” korban kemudian bertanya, ‘Sapa yang bilang kita ada ambe ngana pe laki,” jawab Sella. “Ada noh orang bilang, jujur jo kwa,” dengan polosnya korban menjawab, ‘Iyo’. Disaat itu juga Sella memukul wajah korban dengan tangan. Sementara Eca juga menuduh korban telah merebut pacarnya. Adu mulut terjadi di antara Sella, korban dan Eca tak terhindarkan. Eca kemudian mencoba meminta konfirmasi dari korban, namun korban balik mengatai Eca. Karena emosi dan sudah dipengaruhi minuman keras, Eca mengambil miras yang masih ada dalam botol lalu menyiram wajah korban. Disaat itu juga, Sella Eca dan Lidya mengeroyok korban hingga masuk ke dalam kolam kecil. Eca mengambil kayu, sedangkan Sella mengambil batu. Korban saat itu langsung tersungkur ketika kepala belakangnya dihantam pakai batu oleh Sella. Disaat bersamaan, Eca meminta kedua temannya membalikan tubuh korban. Eca kemudian memukul leher korban dengan kayu. Masih tak puas, Sella mengambil kayu lalu menusuk kemaluan korban sebanyak dua kali hingga mengalami pendarahan. Untuk menghilangkan barang bukti, Sella melepas rok yang dipakai korban dan mengantinya dengan celana pendek, sedangkan Eca membersihkan darah di kolam. Sella, Eca dan Lidya kemudian menghadang mobil yang dikendarai Om Aco. Ketiganya kemudian memuat korban ke latbak mobil, dan membawanya ke Ringroad, dan membuangnya disana. Masih dalam kondisi sadar, korban ditemukan warga dan membawanya ke rumah sakit. Tapi, akhirnya meninggal dunia dalam perawatan. Oleh JPU, terdakwa Sella dijerat dengan pasal 340, pasal 338, pasal 351 ayat (3), pasal 170 KUHPidana, dan pasal 80 ayat (3) juncto pasal 76 c Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2015, tentang perlindungan anak.(air)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional