Menu

Bendungan Kuwil dan Jalan Tol Lambat, Ini Kendalanya

  Dibaca : 389 kali
Bendungan Kuwil dan Jalan Tol Lambat, Ini Kendalanya
MASIH TERTATIH: Kondisi pekerjaan di bagian outlet Bendungan Kuwil-Kawangkoan dekat Jembatan Kuwil. Hanya, antara lain, di bagian ini lahannya sudah dibebaskan. 

 

 

MANADO — Persoalan lahan masih menjadi masalah serius bagi pekerjaan proyek Bendungan Kuwil Kawangkoan. Hingga kini masih ada 172,56 hektare yang belum dibebaskan dari total kebutuhan lahan 306 hektare.

Menurut Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) 1 Sulut Ir. Djidon Watania, sejak awal persoalan yang ditemui panitia pembebasan lahan adalah tarik menarik kepemilikan di intern pemilik, juga administrasi pendukung sebagai syarat pembayaran.

“Tahun lalu ada anggaran yang dikembalikan ke kas negara karena kepemilikan lahan tidak jelas. Panitia tidak mau ceroboh membayar,” kata Watania.

Tahun ini, katanya, pembayaran sisa lahan akan dilakukan namun masih terkendala dengan alokasi biaya dari pemerintah. “Makanya, sudah ada mekanisme baru dengan melibatkan lembaga baru, yakni Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN),” katanya.

Tentang LMAN ini, Kepala SNVT Bendungan BWSS 1, Ir Novie Ilat menjelaskan, karena mekanisme pembiayaan pemerintah harus merencanakan alokasi anggaran sejak tahun sebelumnya (2016 untuk APBN 2017), maka tidak mungkin terakomodir seluruh kebutuhan pembayaran dalam tahun anggaran ini.

“Alokasi dalam APBN 2017 tidak cukup, makanya akan ditangani LMAN. Seluruh permasalahan lahan untuk proyek strategis nasional di Indonesia akan ditangani LMAN,” kata Ilat, yang baru beberapa hari memegang posisi Kepala SNVT Bendungan menggantikan Marva Ibnu itu.

Penanganan oleh LMAN ini, jelas Ilat, pembiayaan berupa dana segar akan disediakan oleh pihak swasta atau BUMN, dan dikelola oleh LMAN. Selanjutnya, LMAN akan membayar ke pemilik lahan, dan lahan tersebut langsung terdata sebagai milik negara.

“Dana yang dipinjamkan oleh BUMN itu kena bunga sesuai BI Rate. Nantinya, dana tersebut beserta bunganya akan dikembalikan oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan,” kata Ilat didampingi PPK Bendungan Kuwil Kawangkoan Lidya Karema ST.

Akibat lambanya pembebasan lahan itu, sambung Lidya Karema, hingga kini realisasi fisik pekerjaan baru 2,5 persen untuk paket I dan 4 persen paket II. “Saat ini kami sangat membutuhkan pembebasan lahan di 8 bidang. Untuk borrow area (lahan untuk material utama), dan lainnya,” kata Karema.

JALAN TOL MANADO-BITUNG

Sementara itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XV Sulawesi Utara menyebutkan pembangunan jalan Tol Manado – Bitung bisa selesai tahun 2018. Kepala Balai Riel Jimmy Mantik saat hearing Komisi III DPRD Sulut, Senin (29/5) mengatakan kendala utama penyelesaian pembangunan saat ini yakni soal pembebasan lahan. “Hal kepemilikan ganda, menjadi kendala utama,” ujar Mantik.

Menurutnya, meski demikian progres pembangunan tetap jalan terus bahkan dari titik 0-14 di Simpang Susun Airmadidi pekerjaan sudah mencapai 78 persen, sedangkan untuk kilometer 17-25 progres pekerjaan sudah mencapai 76,80 persen.

“Untuk pekerjaan jalan tidak lama, namun kendala pembebasan lahan menjadi hal krusial sehinnga terlihat lambat diselesaikan,” ungkap Mantik.

Mantik juga menjamin pekerjaannya dapat selesai sesuai target. “Dana sudah tersedia. Andaikan kendala pembebasan lahan tuntas, maka pembangunanya juga berjalan mulus,” pungkas Mantik.(baz/jos)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional