Menu

Berpotensi Konflik Antar Warga, Ketua MTK Buha Tolak Pelaksanaan Pilkades

  Dibaca : 325 kali
Berpotensi Konflik Antar Warga, Ketua MTK Buha Tolak Pelaksanaan Pilkades
Ilustrasi

SITARO — Kebijakan pemerintah daerah mengikutsertakan Kampung Buha, Kecamatan Tagulandang Selatan, pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang rencanannya akan diselenggarakan Agustus mendatang, mendapat tanggapan miring dari Ketua Majelis Tua Kampung (MTK) setempat, Robert Lohonauman. Menurutnya, kebijakan tersebut sangat tidak masuk akal, mengingat Pilkades untuk Kampung Buha, sudah dilakukan tahun 2015 lalu.

“Kenapa harus pemilihan kembali, bukankah sudah dilakukan 2015 kemarin dan telah memenangkan Barsel Dendaluhe?” kata Lohonauman.

Memang, kata dia, dalam Pilkades kemarin perolehan suara antara Barsel Dendaluhe dan Deli Papehe sama, namun menurutnya, bukan berarti tidak ada pemenang.

“Aturannya jelas, dimana ketika terjadi perolehan suara yang sama, maka pemenangnya ditentukan oleh jumlah pemilih di masing-masing lindongan dimana calon tersebut tinggal,” terangnya.

Oleh karena itu, sambung dia, jika mengacu pada aturan tersebut, sudah jelas pemenangnya siapa.

“Saya kira tidak perlu saya sebutkan siapa pemenangnya karena mereka juga tahu siapa orangnya,” urainya.

Disinggung soal hasil sidang di PTUN yang memenangkan tergugat dalam hal ini Bupati Toni Supit, pria yang dikenal vokal ini mengatakan, hal itu tidak bisa membatalkan hasil Pilkades.

“Yang menjadi pertanyaan saya adalah kenapa pak bupati tak mau melantik Barsel? Padahal Pilkades sudah diselenggarakan dan hasilnya sudah ada,” serunya sembari menyebutkan, pesta rakyat di Kampung Buha sudah terkontaminasi dengan aroma politik kelas atas.

Disatu sisi, dirinya kuatir jika Pilkades tetap dipaksakan, akan berimbas pada konflik horizontal. Dimana, sesama pendukung akan saling klaim, dan berpotensi terjadi kontak fisik.

“Atau kalaupun tetap dilaksanakan, saya kuatir akan ada banyak warga yang menarik diri, dengan kata lain tidak memberi hak suara mereka,” urainya.

Sambung dia, jika hal itu terjadi, tentunya akan sangat disesalkan.

“Sudah pasti akan berimbas pada partisipasi dukungan terhadap program pemerintah baik di skala kabupaten, maupun di tingkat desa,” simpulnya.

Akan hal ini, ia pun meminta pemerintah daerah dalam hal ini bupati lebih bijak lagi mengambil kebijakan.

Sayangnya, hingga berita ini naik cetak, bupati Sitaro yang dikonfirmasi melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Herry Lano, belum memberikan tanggapan.

Sekedar diketahui, dalam Pilkades serentak 2015 lalu, Kampung Buha telah menyelenggarakan pesta demokrasi, namun pada akhirnya, Pelantikan tidak bisa dilakukan lantaran suara tertinggi diraih oleh dua calon atas nama Barsel Dendaluhe dan Deli Papehe. Lantaran tidak adanya keputusan siapa pemenang, termasuk siapa yang akan dilantik, pesta rakyat tersebut bermuara ke PTUN Manado, yang pada akhirnya dimenangkan tergugat dalam hal ini Bupati Toni Supit. (ein)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional