Menu

Polda Sulut Seriusi Kasus Pengrusakan PT Conch

  Dibaca : 384 kali
Polda Sulut Seriusi Kasus Pengrusakan PT Conch
Bambang Waskito

 

MANADO – Polda Sulut benar-benar menseriusi kasus pengrusakan PT Conch North Sulawesi Cement.  Seperti diketahui Kapolda Irjen Pol Bambang Waskito melalui Kabid Humas, Kombes Pol Ibrahim Tompo menegaskan kepolisian saat ini sedang mengusut kasus dugaan pengerusakan yang dilakukan oleh oknum pegawai Pemerintah Kabupaten Bolmong terhadap fasilitas milik PT Conch, bukan tentang perizinannya.

“Setiap tindakan yang dilakukan oleh aparat pemerintah harus sesuai dengan undang-undang yang telah mengatur kewenangan yang diberikan oleh negara, oleh karena itu setiap aparat tidak boleh bertindak sesuai dengan keinginan pribadi atau perintah seseorang yang bersifat subyektif, karena harus memenuhi obyektifnya syarat aturan,” jelas Kabid Humas, via WA, Senin (17/7).

Lanjutnya, karena itu tindakan yang dilakukan oleh Satpol PP Bolmong tersebut yang dimaksudkan sebagai upaya untuk menertibkan, namun disayangkan mereka tidak memahami bagaimana mekanisme dan prosedur dalam melakukan penertiban sesuai undang-undang, (baik prosedur, tata cara, administrasi), dan dalam pelaksanaannya banyak aturan yang tidak terpenuhi sehingga tindakan tersebut tidak tergolong penertiban namun pelaksanaannya bertentangan dengan aturan dan melawan hukum serta melanggar batasan hukum pidana dalam hal ini tergolong pengerusakan dalam KUHP.

Sebagaimana diketahui, dugaan kasus tindak pidana pengerusakan fasilitas milik PT Conch North Sulawesi Cement (CNSC) yang dilakukan oknum Polisi Pamong Praja, Senin (5/6) silam, ternyata cukup menarik perhatian publik, dimana banyak respon publik tentang tindak pidana kekerasan dan pengrusakan yang terjadi dengan kerugian materil berupa kerusakan bangunan sebanyak 11 unit, 240 buah kaca jendela dan 100 daun pintu pecah.

Hingga saat ini Polda Sulut telah menahan 27 orang anggota Satpol PP Kabupeten Bolaang Mongondow. “Proses penyidikan yang dilakukan oleh Polda berfokus kepada tindak pidana pengerusakan, bukan tentang perizinan perusahaan, walaupun dari hasil lidik dan pendalaman administrasi juga kita temukan beberapa petunjuk yang bisa mendukung proses penyelidikan dan penyidikan tindak pidana pengerusakan tersebut,” tegas Kabid Humas.

Senada dengan hal tersebut, pakar hukum pidana Unsrat, Toar Palilingan menyatakan, kalau itu penertiban, kewenangan daerah itu berpayung pada Peraturan Daerah, dan prosedur penerapan sanksi terhadap pelanggar Peraturan Daerah, khusus bangunan gedung ada mekanisme tersendiri.

Bahkan menurutnya, jika mekanisme tersebut sudah dilakukan secara benar, maka tentu berujung pada pembongkaran yaitu penertiban yang legal, tidak ada masalah. “Namun kalau kasus tersebut diluar prosedur mekanisme yang sudah diatur yang mengikat, baik bagi warga setempat, pelaku usaha maupun penyelenggara pemerintahan, itu sama halnya dengan satu perbuatan melawan hukum,” jelasnya.

“Kalau ada akibat yang ditimbulkan, inilah yang berpotensi melanggar pasal-pasal terkait dengan dugaan pidana pengerusakan,” tambahnya. Alhasil, Palilingan menilai, apa yang dilakukan Polda Sulut, itu masih dalam tataran kewenangan sebagai aparat penegak hukum karena adanya dugaan pelanggaran tindak pidana pengerusakan.

Menurut Kabid Humas, sejak awal masalah ini terjadi sudah dilakukan dengan cara subyektif tanpa memperhatikan dan mengikuti aturan-aturan yang ada, sehingga dalam pelaksanaannya berjalan tanpa sistematika yang jelas, namun dilakukan sesuai hasil pemikiran seseorang yang juga tidak memahami mekanisme dan prosedur penertiban.

“Kita tidak bisa mempublikasikan tehnis penyidikan sehingga banyak yang mencoba berspekulasi tentang materi penyidikan dan akhirnya membentuk opini berdasarkan pemahaman yang dangkal,” tambah Kabid Humas. “Tindakan yang kita lakukan adalah tindakan yang bertanggung jawab berdasarkan hukum sebagai wujud perlindungan terhadap hak hukum seseorang,” pungkasnya.(air)

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional