Menu

Tersangka Sollar Cell Manado Praperadilankan Polda Sulut

  Dibaca : 599 kali
Tersangka Sollar Cell Manado Praperadilankan Polda Sulut

MANADO – Gugatan Praperadilan diajukan FDS alias Salindeho, disidangkan di Pengadilan Negeri Manado, Rabu (23/8). Salindeho mempermasalahkan penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Polda Sulut, dalam kasus dugaan korupsi sollar cell. Dalam uraian Penasehat Hukum (PH) Salindeho, beberapa hal yang menjadi pertimbangan. Seperti adanya kekeliruan dari penyidik Polda Sulut dalam melakukan serangkaian pengusutan kasus korupsi solar cell Manado Tahun Anggaran 2014.

Disebutkan, pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, yang telah djadikan penyidik sebagai acuan untuk menyeret tersangka Salindeho dalam perkara ini.

Padahal, menurut pengacara Salindeho, penerapan dua pasal tersebut sangat berbeda objek dan ancaman hukumnya. Selain itu, penyidik Tipikor Polda Sulut menetapkan Salindeho sebagai tersangka, menggunakan dua pasal pokok.

Menurut pengacara Salindeho, harusnya hanya satu pasal saja yang digunakan termohon. Sidang pun ditunda Hakim Benny Simanjuntak dan akan dilanjutkan Kamis (24/8) hari ini, dengan agenda mendengar tanggapan dari pihak Polda Sulut.

Diketahui, Selasa (1/8) lalu, Polda Sulut menetapkan tersangka kepada salindeho, salah satu tim Pokja ULP dalam tender di Dinas Tata Kota (Disatakot) Pemkot Manado tahun 2014. Kasus yang menyita perhatian masyarakat, telah menyeret Ariyanti Marolla, Lucky AM Dandel, Robert H Wowor dan Paulus Iwo. Empat orang tersebut dinyatatakan bersalah oleh Pengadilan Tipikor Manado.

Salah satu perbuatan korupsi, yakni, spesifikasi baterai yang dalam kontrak harusnya menggunakan baterai 12120 Ah merk Best Solution Batery (BSB). Namun, dirubah menjadi baterai Bulls Power atau BSBp 120 (SNI).

Akibatnya, baterai hanya mampu bertahan 3 sampai 6 jam, yang semestinya menyala 10 jam/hari. Akibat perbuatan tersebut, Negara melalui Distakot Manado, telah mengalami kerugian yang menurut perhitungan BPKP Sulut berada di angka Rp3 miliar lebih. Sementara itu, dana yang diperoleh untuk mengerjakan proyek tersebut, bernilai Rp7.778.481.920. (air)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional