Menu

Catatan: 60 atau 58?

  Dibaca : 151 kali
Catatan: 60 atau 58?
Bahtin Razak

 

 

Pertanyaan (mungkin) masih membenak di hati para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulut: apakah eselon II harus ‘pensiun’ di 58 tahun atau nanti 60 tahun? Memang, Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw sudah beberapa kali menegaskan bahwa ASN di Pemprov Sulut pensiun 58 tahun, tak terkecuali eselon II, tapi tetap saja ada pertanyaan itu.

Batas Usia Pensiun (BUP) 58 tahun dan 60 tahun itu sudah jelas disebutkan dalam UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Pasal 87 ayat (1) huruf c dan Pasal 90. Hal yang sama juga termaktub dalam Pasal 239 ayat (2) di Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Namun, Olly-Steven ‘ngotot’ semua ASN harus pensiun di usia 58 tahun.

Jika merujuk pada dua aturan perundang-undangan tersebut ‘kengototan’ dua pimpinan yang baru setahun lebih menakhodai Sulut memang keliru. Sebab, UU ASN dan PP Manajemen PNS sudah menyebutkan ASN yang sedang menjabat jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon 2) batas usia pensiunnya adalah 60 tahun.

Namun di sisi lain, jika ‘kengototan’ itu berdasarkan semangat untuk mempercepat regenerasi birokrasi di Sulut, kita patut mengapresiasi. Dan, sikap ini sebenarnya yang diidam-idamkan seluruh ASN Pemprov, terutama mereka yang dekat-dekat ‘deadline’ tapi masih stagnan karirnya.

Apalagi ada ribuan ASN Pemprov yang sudah paripurna syarat golongan dan pangkat, pengalaman jabatan, hingga pengalaman tour of duty-nya. Tapi tersandung dengan, antara lain, pejabat yang hampir pensiun tapi masih nyaman dengan posisinya.

‘Kengototan’—tapi lebih tepatnya, sih, komitmen—Olly-Steven memensiunkan pejabat eselon II di 58 tahun dari jabatan karir birokrat itu akan dibuktikan di akhir-akhir tahun ini. Ada enam pejabat eselon II yang sudah disebut-sebut, dan sudah dipersiapkan, akan menyerahkan estafet paling lambat akhir 2017 ini.

Bisa saja, komitmen itu sebagai lanjutan komitmen 58 tahun Olly-Steven yang telah diterapkan kepada delapan eselon II (tujuh pejabat di akhir 2016 dan 1 pejabat awal 2017). Dan sebagian besar mereka dikaryakan di beberapa jabatan di luar birokrasi karir. Mereka adalah Maurits Berhandus (Dir. Kepatuhan PT. MSH), Maxi Gagola (Staf Khusus), Rene Hosang, James Sela (Dirum PT. MSH), Star Wowor  (Pengawas PT. MSH), Sani Parengkuan (Komut Bank SulutGo), dan Rudij Roring (Staf Khusus).

“Kami telah membahasnya, dan itu sesuai aturan. Batas usia pensiun 58 tahun untuk seluruh ASN: staf, eselon IV, eselon III, bahkan eselon II,” ujar Wagub Steven Kandouw kala menyampaikan sambutan pelantikan sebagian pejabat administrator (eselon III) dan pengawas (eselon IV), Jumat 13 Januari 2017, di Lapangan Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut.(Bahtin Razak)

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional