Menu

Data Rumah DataKu Desa Buku Utara Pertama di Sulut

  Dibaca : 973 kali
Data Rumah DataKu Desa Buku Utara Pertama di Sulut
PERTAMA DI SULUT: Kepala BKKBN Sulut Theodora Panjaitan (keempat dari kanan) dan Sekkab Mitra Farry Liwe (ketiga kanan) usai peresmian Rumah DataKu Kampung KB Desa Buku Utara, Mitra, kemarin.

MANADO — Pengambilan kebijakan dalam strategi pembangunan tidak lepas dari dukungan data. Sebab, data yang akurat, tepat, dan aktual sangat membantu dalam penentuan strategi pembangunan. Termasuk pembangunan di desa dan kelurahan.
“Kepentingan bukan hanya untuk pembangunan desa atau kelurahan, tapi lebih luas lagi untuk daerah bahkan pembangunan bangsa. Hanya memang sesuai Nawacita bahwa membangun Indonesia dari pinggiran, membangun desa/kelurahan itu lah implementasinya,” ujar Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut Dra Theodora Panjaitan MSc.
Dalam konteks pembangunan kependudukan, katanya, Rumah Data Kependudukan (Rumah DataKu) sangat penting sebagai rujukan strategi dan kebijakan pembangunan. Sebab, pengelolaannya oleh masyarakat itu sendiri sebagai wujud partisipasi aktif dalam pembangunan wilayahnya.
“Rumah DataKu hadir sebagai upaya meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat sadar data. Ini wujud kesadaran masyarakat untuk memajukan diri, keluarga, dan lingkungan lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” kata Theodora pada peresmian Rumah DataKu yang pertama di Sulawesi Utara, di Kantor Desa Kampung KB Desa Buku, Kecamatan Belang, Minahasa Tenggara, Senin (20/11) kemarin.
Rumah DataKu, menurut Dora—sapaannya, merupakan model solusi strategis dampak kependudukan di Kampung KB. Dan, lokasinya memang harus ada di desa/kelurahan yang telah ditetapkan sebagai Kampung KB.
“Kampung KB itu kriteria utamanya adalah desa/kelurahan yang miskin, sehingga butuh intervensi program dari berbagai sektor. Nah, dari data-data kependudukan di Rumah DataKu itu lah data awal intervensi program oleh pemerintah,” kata konseptor Rumah DataKu BKKBN RI tersebut.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Mitra Farry Liwe menyampaikan apresiasianya atas dipilihnya Desa Buku sebagai lokasi pertama untuk pencanangan Rumah DataKu di Sulut. Padalah, katanya, ada 170-an desa/kelurahan di Sulut yang sudah ditetapkan sebagai Kampung KB.
“Kami berharap data-data kependudukan yang ditampilkan di Rumah DataKu ini akan menjadi dasar rujukan pemerintah desa hingga kabupaten untuk ketepatan sasaran pembangunan di desa ini. Mudah-mudahan juga semua desa akan memiliki fasilitas serupa,” kata Liwe usai pengguntingan pita peresmian.
Theodora yang Direktur Analisis Kependudukan BKKBN Pusat menjelaskan, masalah utama kependudukan di Indonesia terletak pada besarnya jumlah, tapi kualitasnya belum memadai. Tidak mengherankan bila anggaran negara dan daerah terasa berat membiayai penduduk miskin, pengangguran, dan sakit-sakitan.
“Pencatatan dan pengumpulan data kependudukan tersebut sangat diperlukan karena menjadi dasar dari pengambilan keputusan pembangunan. Sehingga pembangunan bisa dirasakan manfaatnya bagi warga agar bermartabat, berkualitas, dan sejahtera,” lanjutnya.
Ditegaskan juga bahwa data dan informasi yang akurat, tepat, dan aktual sangat penting untuk pembangunan daerah dan masyarakat. Bukan hanya dalam bidang KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga), namun dalam semua aspek. Demikian lah pentingnya Rumah DataKu.
“Rumah DataKu bertujuan untuk membuat sebuah tempat di mana data kependudukan di suatu desa dapat diperoleh secara tepat, akurat, aktual dan dapat dipertanggungjawabkan. Juga dapat diakses oleh semua orang yang membutuhkan. Harapannya dengan data yang tepat dan akurat tersebut dapat membantu dalam pengembangan sebuah desa sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Dora.(baz)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional