Menu

Kabar Gembira! 2018, Pemerintah Akan Rekrut PNS Guru

  Dibaca : 196 kali
Kabar Gembira! 2018, Pemerintah Akan Rekrut PNS Guru

Data Kekurangan Guru:

Tingkatan                            Jumlah

TK                                 5.522 guru

SD                                 460.542 guru

SMP                              301.149 guru

SMA                              110.277 guru

SMK                             100.071 guru

SLB                                10.572 guru

Total                            988.133 guru

 

IPM– Kabar gembira untuk masyarakat Sulawesi Utara (Sulut). Terlebih khusus yang ingin mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar. Betapa tidak, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana melakukan perekrutan pegawai negeri sipil (PNS) guru pada 2018 mendatang. Pasalnya, sekarang tercatat kekurangan guru se-Indonesia mencapai 988.133 guru PNS. Mulai dari tingkatan Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) –lihat grafis—.

“Kemungkinan besar 2018 akan dibuka rekrutmen guru. Hanya belum ditentukan apakah menjadi PNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” kata Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Hamid Muhammad, di sela-sela konferensi pers mengenai Hari Guru Nasional (HGN) 2017, di Jakarta, Kamis (23/11).

Dia pula mengatakan, sebenarnya jumlah guru jika dilihat dari jumlah guru yang dari kalangan PNS memang kurang. Namun, jika dilihat dari jumlah guru honorer yang ada memang sudah memadai. Sayangnya banyak guru honorer ini tidak memenuhi kualifikasi menjadi pendidik yaitu memiliki sertifikat pendidikan profesi guru (PPG). Saat ini, menurut Hamid, sebanyak 383 ribu honorer lulusan S1. Tapi mereka tidak punya sertifikat. Padahal, sesuai ketentuan seorang guru harus lulusan sarjana dan memiliki sertifikat pendidik profesional, yaitu sertifikat PPG.

Untuk itu, kata dia, Kemendikbud mendiskusikan terus dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB) terkait rekrutmen guru baru.

“Kemungkinan besar 2018 akan dibuka rekrutmen guru. Hanya belum ditentukan apakah menjadi PNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” katanya.

Selain itu, katanya, Kemendikbud juga masih negosiasi dengan Kementerian PAN-RB, apakah kewajiban sertifikat PPG harus disertakan sebelum atau sesudah diterima menjadi guru baru. “Namun, ini masih usulan. Maka itu kami terus menyiasati kekurangan guru. Salah satunya dengan reditribusi juga perlu dilakukan untuk tujuan pemerataan tenaga pendidik di setiap daerah,” imbuhnya.

Selain melakukan redistribusi guru, menurut Hamid, Kemendikbud telah mengupayakan beberapa solusi untuk mengatasi kekurangan guru. Yaitu, guru dapat mengajar multi subject dan mengangkat guru honorer yang memenuhi syarat menjadi Aparat Sipil Negeri (ASN) yang mencakup PNS atau PPPK.

“Meski begitu, setelah adanya moratorium atau penundaan sementara penerimaan CPNS, tidak ada lagi pengangkatan PNS. maka kami tekankan redistribusi guru dan pengajar multi subject,” pungkasnya. (zly)

sumber: republika.co.id

KOMENTAR

1 Komentar

  1. Jimmy N Jocom Minggu, 26 November 2017

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional