Menu

Penculikan Teror Manado, Siswi SD Manibang Hilang 12 Jam dan Dicabuli

  Dibaca : 1375 kali
Penculikan Teror Manado, Siswi SD Manibang Hilang 12 Jam dan Dicabuli
Pelaku penculikan diamankan polisi.

MANADO- Mungkin ini bisa jadi tanda awas bagi para orang tua siswa,  untuk melakukan pengawasan ketat kepada anak-anak mereka saat berada di sekolah. Terlebih sekolah yang tidak mempunyai petugas keamanan.  Pasalnya,   penculikan  anak sedang meneror Manado.

Seperti diketahui,  Senin (26/11), sekira pukul 10.00 Wita, korban Cleo (6),  warga Sea Dua, yang masih duduk di bangku kelas 1 SD  Manibang, Kecamatan Malalayang tiba-tiba diculik orang tak dikenal (tersangka, red) Jemmy alias JR (39),  warga Wanea,  Lingkungan  Tiga,  yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang ojek.

Informasi yang dirangkum wartawan Indo Post menyebutkan, kejadian terjadi  saat jam istirahat. Korban yang sedang bermain dengan teman-temannya tiba-tiba didatangi tersangka yang sepertinya sudah menargetkan akan menculik Cleo.

Tersangkapun kemudian membujuk korban untuk ikut bersama-sama dirinya karena disuruh oleh ibu korban untuk datang menyemput tersangka.  Cleo yang masih polos ini tidak menaruh curiga sama sekali kepada tersangka,  walaupun baru pertama mengenalnya. Korban kemudian menuruti permintaan tersangka dan naik ke sepeda motor Yamaha Soul DB 4910 MA.

Bukannya dibawa pulang ke rumah,  tersangka kemudian mengajak korban untuk pergi jalan-jalan  ke salib besar. Bukan hanya sampai disitu, korban juga dibawa menuju Tanawangko, Tomohon, Pinaras, Lahendong, Sonder dan berakhir di Pasar Tondano, tepatnya di lokasi jual beli cabo.

Karena saat itu hari menjelang malam, dan lokasi pasar sudah sepi, birahi tersangkapun naik hingga kepala. Apalagi wajah gadis belia dihadapannya cukup cantik, membuat tersangka  menjalankan aksi cabulnya dengan mencium  beberapa kali pipih kiri dan kanan korban. Bukan hanya sampai disitu, tersangka juga melakukan aksi cabul dengan meremas-remas bagian terlarang korban.

Saat melakukan aksinya, tiba-tiba anggota Satuan Polisi Pamong Praja Clif Maringka yang malakukan patroli mencurigai gerak-gerik tersangka. Clif kemudian melaporkan ke masyarakat sekitar pasar. Tak berselang lama, sejumlah warga kemudian berbondong-bondong melihat tersangka dan gadis belia yang bersamanya. Untung saja ada warga yang mengenali korban, kerena selang siang sampai malam hari  viral di media sosial  dan dinyatakan hilang.

Tak pelak tersangka kemudian  dipukul beramai-ramai oleh warga dan kemudian diamankan ke Polsek Tondano sekira pukul 22.00 Wita. Kapolsek Tondano AKP Ferry Atotoy saat coba dikonfirmasi belum bisa memberi pernyataan lebih. (rka)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional