Menu

Yabes Gaghana Tinggalkan PDIP, Aryanthi Baramuli dan Marhani Pua Gabung Golkar

  Dibaca : 127 kali
Yabes Gaghana Tinggalkan PDIP, Aryanthi Baramuli dan Marhani Pua Gabung Golkar

IPM– Sejumlah nama baru yang tak asing di telinga masyarakat Nyiur Melambai masuk dalam sturuktur Partai Golkar Sulut yang dilantik Plt Ketum Idrus Marham, di Lapangan Megamas, Rabu (29/11). Mereka akan memperkuat kepemimpinan Christiany Eugenia Paruntu dalam memimpin dan memajukan partai berlambang pohon beringin di Sulut periode 2015-2020, berdasarkan hasil Musdalub Oktober lalu.

Di antaranya Yabes Gaghana selaku Bupati Sangihe. Yabes diketahui pernah menjabat Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sangihe. Tapi, dalam Pilkada Sangihe lalu Yabes diusung Partai Golkar. Hal itulah yang membuat Yabes telah bergabung dengan Partai Golkar dengan mengisi posisi Wakil Ketua Bidang Tani Nelayan.

Selain itu, terdapat dua nama top lain yang pernah menjabat dan sedang duduk di kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Yakni, Marhani Pua dengan jabatan Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Cendikiawan dan Putri menjabat Wakil Ketua Bidang Pedesaan dan Daerah Tertinggal.

Tetty sapaan akrab Ketua Golkar Sulut mengatakan, pihak DPD I telah melaksanakan persiapan-persiapan dan melakukan upaya penyempurnaan sekaligus mengadakan penyempurnaan dalam komposisi dan personalia. “Pelantikan saat ini merupakan langkah awal konsolidasi struktural dan program secara internal,” ucapnya, kemarin.

Lanjut Bupati Minahasa Selatan (Minsel) ini, pelantikan adalah momentum politik penting dan strategis, untuk membawa makna manfaat dan nilai historis. “Semua pengurus di kabupaten/kota harus dapat meresopons, agar pilkada 2018 dan 2019 bisa direbut kembali Golkar,” ujar Bupati Minsel dua periode itu.

Selain itu, kata Tetty, seluruh pengurus Golkar Sulut sampai kabupaten/kota harus kompak sehingga kemenangan dan kejayaan bisa dikembalikan. “Tugas kita melayani rakyat melalui program-program nyata. Jangan malu untuk turun ke tengah masyarakat. Itulah yang penting. Golkar adalah sahabat rakyat. Makanya kita harus dekat dengan masyarakat,” tuturnya.

Terpisah, Plt Ketum Idrus Marham mengungkapkan, Golkar Sulut harus kompak dan bekerja keras. Karena, kata Idrus, Golkar punya target secara nasional. “Kalau 2014 PG hanya bisa mendapatkan satu kursi, 2019 harus dapat minimal dua kursi dari total enam suara di Sulut,” tuturnya.

Lanjutnya, Golkar telah memutuskan untuk mendorong dan mengusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019. Karena itu, semua harus solid. “Golkar tetapkan Jokowi di Pilpres. Ini keputusan institusi dan ideologi, doktinal, visi misi. Saya pastikan, apapun yang terjadi kelak, keputusan politik Golkar tidak akan berubah,” bebernya.

“Seluruh jajaran Golkar kabupaten/kota jangan lagi buat kegiatan di hotel-hotel. Harus di tengah rakyat. Karena PG adalah sahabat rakyat,” tandasnya. (trs/zly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional