Menu

Lurah Tarorane Masih ‘Sakti’

  Dibaca : 51 kali
Lurah Tarorane Masih ‘Sakti’
Lurah Tarorane Junaedi Saselah

SITARO — Meski sempat membuat Bupati Toni Supit geram dan kecewa dengan cuitan di media sosial sehubungan dengan kekecewaannya terhadap Camat Siau Timur, namun hingga kini Junaedi Saselah ST, masih melenggang mulus sebagai orang nomor saru di Kelurah Tarorane.

Bahkan, surat ‘eksekusi’ dari BKDD untuk melengserkan Saselah yang beberapa waktu lalu santer dikabarkan tinggal menghitung hari, justru hingga kini tak kunjung dilkeluarkan.

Akan kondisi ini, tidak heran jika sejumlah kalangan menyebutkan bahwa pria yang akrab disapa Charvo ini masih ‘sakti’. Pasalnya, mereka menilai apa yang ditunjukkan oleh Charvo merupakan sebuah ‘perlawanan’ yang nyaris tidak pernah ada pejabat aktif sebelumnya lakukan.

Akan hal ini, Camat Dikson Tadete yang sebelumnya menjadi bulan-bulanan terkait dengan ketidakpuasan Saselah, mengaku telah menyerahkan persoalan tersebut ke instansi terkait.

“Kita tunggu saja apa yang akan dilakukan oleh BKDD,” singkat Tadete.

Ia juga nampak enggan bicara banyak soal tudingan Saselah yang menyebutkan dirinya menilep anggaran operasional kelurahan.

“Semua itu tidak benar, kalau memang saya berbuat demikian, pasti bukan cuma dia (Charvo, red) yang minta mundur, teman-teman lurah yang lain juga akan keberatan. Tapi faktanya sampai saat ini hanya dia yang seperti itu,” ujarnya sembari meminta wartawan harian ini untuk berkoordinasi dengan BKDD.

“Untuk mengetahui sudah sejauh mana prosesnya, tanya saja ke BKDD,” pintanya.

Diketahui, sebelumnya Bupati Toni Supit dan Ketua DPRD Djibton B Tamudia kompak mengecam tindakan pria sawomatang itu. “Kalau ingin mundur, tak perlu harus berkoar-koar di facebook,” kecam Supit dan Tamudia di sela-sela Rapat Paripurna, beberapa waktu lalu. Bahkan, keduanya menilai tindakan tersebut tidak lebih dari aksi cari perhatian. “Kalau seperti ini, itu namanya cari perhatian,” seru Tamudia.

Berita Terkait :  Pemkab Sitaro Siapkan Ambulans Gratis di Manado

Perlu diketahui, alasan Lurah Charvo memutuskan untuk ‘lempar handuk’ beberapa waktu lalu dikarenakan ada beberapa kebijakan pimpinan dalam hal ini Camat Siau Timur Dikson Tadete yang menurutnya sangat merugikan dirinya.

“Di anggaran tertata biaya bensin untuk pangkas rumput, sementara action di lapangan, kami (Kelurahan, red) yang pangkas, tapi tidak memakai anggaran yang sudah tertata, melainkan harus ambil uang pribadi,” bebernya.

Begitu juga dengan anggaran untuk pengadaan kertas dan tinta, juga harus merogoh kocek sendiri.

“Sementara anggaran itu juga ada di kecamatan, namun tidak sampai kepada kami di kelurahan,” tuturnya. Ia juga menyatakan jika keputusannya untuk mengundurkan diri sudah bulat.

“Saya ini bukan penjilat atau gila jabatan, apa yang saya lakukan ini sudah saya pikirkan matang-matang, dan saya siap mundur,” tegasnya. (gus)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional