Menu

Proyek Jalan Tol Manado-Bitung Lamban

  Dibaca : 64 kali
Proyek Jalan Tol Manado-Bitung Lamban
Peralatan yang standby untuk mengerjakan proyek Tol Manado-Bitung

Kepala BPJN XV Riel Mantik

MANADO — Kinerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV sebagai penanggung jawab pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung dipertanyakan. Proyek yang menelan biaya hampir Rp8 triliun itu sangat lamban.
Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono sempat kecewa dengan progres jalan tol yang merupakan proyek strategis nasional (PNS) itu saat melakukan peninjauan pertengahan November lalu. Bahkan Presiden RI Joko Widodo sudah mewarning agar jalan Tol Manado-Bitung bisa tuntas tahun 2018 mendatang, dan beroperasi 2019.
Dalam kunjungannya ke lokasi Tol Manado-Bitung, Menteri Basuki Hadimuljono menginstruksikan agar kontraktor pembangunan menambah peralatan dan tenaga kerja serta memaksimalkan pekerjaan pada lahan yang sudah bebas. Karena progres pembebasan lahan secara keseluruhan sudah mencapai 75,86 persen. Menurutnya, konstruksi ruas tol ini juga dapat selesai lebih cepat mengingat kondisi tanahnya tidak membutuhkan penanganan khusus seperti pada beberapa ruas tol di Trans Sumatera dan Trans Jawa.
“Manajemennya harus diperbaiki dan kontraktor juga harus menambah peralatan dan tenaga kerja serta mengoptimalkan pekerjaan pada lahan yang sudah bebas,” ujar Menteri Basuki, tegas.
Kehadiran Tol Manado-Bitung yang menghubungkan Kota Manado ke Pelabuhan Internasional Bitung sudah sangat ditunggu masyarakat karena lalu lintas di jalan arteri nasional kerap terjadi kemacetan dan rawan kecelakaan lalu lintas. Kemacetan mengakibatkan waktu tempuh meningkat tajam terutama pada jam sibuk. Bila beberapa tahun sebelumnya, waktu tempuh Manado-Bitung dan sebaliknya sekitar 45 menit, namun saat ini membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam.
“Kehadiran Tol Manado-Bitung meningkatkan kelancaran akses Pelabuhan Internasional Bitung sebagai salah satu pintu ekspor impor bagi kawasan Indonesia bagian timur. Hal ini akan mempersingkat lalu lintas barang dan jasa yang sebelumnya harus melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Ini juga akan mendukung perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung,” kata Menteri Basuki.
Terkait dengan kondisi ini Kepala BPJN XV Riel Jemmy Mantik mengaku masih optimis pelaksanaan pembangunan Tol Manado-Bitung ini akan selesai sesuai target.
“Kita masih tetap optimis, makanya kita pacu untuk benahi. Sudah mulai dikerjakan tapi hanya spot-spot karena masalah pembebasan lahan. Silahkan masuk dan dilihat sudah mulai dikerjakan,” kata Mantik kepada wartawan di Kantor Gubernur, Senin (4/12) kemarin.
Proyek Tol Manado-Bitung, anggaran yang sudah dialokasikan lumayan jumbo. Untuk seksi IA STA 0+000 hingga STA 7+000 yang dikerjakan kontraktor China dan BUMN Indonesia menelan anggaran Rp1,24 triliun. Ruas IB STA 7+000 sampai STA 14+000 yang dikerjakan sejumlah BUMN anggarannya lebih dari Rp1,7 triliun dari APBN. Dan ruas dari STA 14+000 ke Bitung STA 39+000 yang dikerjakan konsorsium BUMN Jasa Marga Cs. menelan dana hingga Rp5 triliun. Belum lagi pembebasan lahannya lebih dari Rp1 triliun dari APBD Sulut dan APBN.(ndy/baz)

Berita Terkait :  Pengelolaan Bunaken Diserahkan ke Daerah
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional