Menu

Putra Sulut Sekjen ‘Golkar Bersih’, Manembu Masuk Struktur DPP

  Dibaca : 242 kali
Putra Sulut Sekjen ‘Golkar Bersih’, Manembu Masuk Struktur DPP
Infografis Lodewijk Freidrich Paulus

Struktur DPP Golkar.

IPM – Sepak terjang putra kawanua (Sulut) dalam perpolitikan nasional, makin diperhitungkan. Terbaru, jabatan strategis di Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar, khususnya Sekretaris Jenderal (Sekjen) berhasil dijabat Lodewijk Freidrich Paulus. Purnawirawan bintang tiga berhasil menerobos kancah politik nasional (lihat grafis). Selain itu, posisi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) juga ditempati putra asal Sulut, Rene Manembu. Pengumuman struktur pengurus DPP ‘Golkar Bersih’ disampaikan langsung Ketua Umum (Ketum) Airlangga Hartarto. Struktur untuk 2018-2019 total sebanyak 251 orang untuk pengurus DPP karena Airlangga mengaku melakukan perampingan.

“Revitalisasi kali ini merampingkan, sebelumnya 305 pengurus sekarang jumlahnya 251. Dan 75 di antaranya adalah pengurus perempuan,” kata Airlangga ketika pengurus baru Golkar di Kantor DPP, Jl Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Senin (22/01/18).

Terpilihnya putra kawanua, sebagai Sekjen Golkar, turut diapresiasi banyak pihak. Pengamat politik dan pemerintahan Sulut, Dr Maxi Egeten SIP MSi mengatakan, proses ini akan membawa perubahan besar bagi perpolitikan khususnya bagi partai berlambang pohon beringin. Bahkan, kata Egeten, ini salah satu keberhasilan melakukan kaderisasi.

“Baguslah. Artinya proses rekuitmen kader Golkar sebagai partai modern dan partai terbuka mengakomodir putra-putra daerah,” jelas Egetan juga pengajar di Jurusan Ilmu Politik Pemerintah Fispol Unsrat.

Lanjut doktor Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung mengungkapkan, ini suatu hal yang baik untuk Partai Golkar Sulut. Karena tambahnya, meski Gokar sebagai partai besar yang dalam jangka waktu ini mengalami pasang surut dan dinamika yang luar biasa. Namun masih bisa bangkit.

“Bekaitan dengan Letnan Jendral (Purn) Lodewijk Friedrich Paulus sebagai Sekjen bisa memberikan kontribusi di Sulut. Terutama untuk rekuitmen kader,” harap Egetan.

Berita Terkait :  Cerita Tommy Soeharto, Mengapa Batal Maju dan Dukung Ade Komaruddin untuk Golkar

Sekarang Partai Golkar di Sulut kurang berperan, kata Egetan, terutama dalam konteks Pilkada di Minahasa Tenggara (Mitra). Hal ini terlihat saat partai ini tidak mengusung calon. Padahal lanjutnya, fungsi partai ialah rekuitmen kader.

“Budaya politik itu kan memang harus ada untuk mempersiapakan calon pemimpin di tingkat eksekutif maupun legislatif. Kalau alasan kurang kader, saya kira tidak logis. Karena Golkar banyak kader,” bebernya.

Karena itu, tambahnya, jika ada putra daerah yang ada di pusat, maka bisa membawa peran yang baik untuk Sulut di tingkat nasional. “Paling tidak dia bisa mendorong di pusat terkait dengan kepentingan Sulut. Kita punya aksessibilitas di pusat. Seperti Olly Dondokambay yang bisa menerobos di tingkat pusat,” katanya.

Selain itu, kata Egeten, dari sisi rekuitmen kader itu bagus. Cuma harapannya ada pembenahan Golkar, terutama di Sulut. “Dengan adanya kader dari Sulut kiranya bisa membawa angin segar,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPD I Sulut, Rasky Mokodompit pula menaruh harapan besar terhadap putra Sulut yang terakomodir di struktur pengurus pusat. “Kami kader di daerah tentu menaruh harapan besar kepada pengurus DPP yang baru diumumkan,” terangnya.

Dia pula menjelaskan, pengurus yang baru ini harus menciptakan citra positif untuk partai ini sebagaimana yang ditegaskan oleh Ketum Airlangga Hartono yaitu ‘Golkar Bersih’. “Melihat komposisi pengurus, mampu mengangkat Partai Golkar untuk sukses di Pemilu dan Pilpres 2019 mendatang,” tutup Anggota DPRD Sulut.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional