Menu

Kasus Balita Leony Viral, CEP: RSUD Tak Telantarkan Pasien

  Dibaca : 132 kali
Kasus Balita Leony Viral, CEP: RSUD Tak Telantarkan Pasien
Tetty Paruntu

Nampak keluarga melihat Leony telah terbujur kaku.

AMURANG— Kematian Leony Tamburian meninggal dunia kabarnya karena kelalaian pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Minsel, viral di media sosial. Tak tangung-tanggung, kasus ini menjadi perhartian serius Bupati Christiany Eugenia Paruntu (CEP).

Kepada sejumlah awak media, orang nomor satu Minsel yang akrab disapa Tetty ini mengatakan, bahwa tudingan sejumlah oknum warga, dinilai sangat tidak beralasan dan terkesan memojokan.

“Saya sangat menghargai kritikan dari masyarakat, apalagi menyangkut pelayanan. Tapi apa yang dikatakan oleh sejumlah oknum masyarakat melalui postingan Facebook yang mengatakan bahwa penyebabkan seorang pasien Balita bernama Leony Tamburian meninggal dunia karena kelalaian pihak RSUD, itu adalah keliru. Sebab berdasarkan laporan dari petugas serta hasil pengamatan CCTV, ternyata pelayanan sudah sesuai SOP dan tidak ada penelantaran, sebagaimana yang dituduhkan,” ungkap Tetty, kemarin.

Bupati meminta kepada masyarakat untuk lebih selektif dalam menyikapi persoalan dan harus melakukan kroscek sebelum memberi tanggapan. “Sebelum kita menanggapi sesuatu persoalan, ada baiknya kita untuk terlebih dahulu melakukan pengecekan kebenarannya, agar tidak semakin berpolemik. Dan kalaupun ada terjadi kelalaian, sebaiknya dilaporkan kepada pimpinan RSUD atau langsung kepada saya, sehingga oknum yang melakukan kelalaian bisa diberikan sangsi,” pintanya.

Dirinya menduga persoalan tersebut, telah dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab menjatuhkan wibawa pemerintah. “Saya mengduga ada oknum yang sengaja memanas-manasi persoalan dengan tujuan tertentu. Namun perlu diingat bahwa saya sangat mencintai rakyat saya, sehingga tetap memberi pelayanan sebaik mungkin,” katanya.

Dirut RSUD Teep Trans dr Erwin Schouten juga dengan tegas membantah soal adanya tudingan penelatran pasien. “Tidaklah benar kalau dikatakan ada penelantaran. Sebab dalam CCTV, terlihat jelas saat pasien tiba langsung dilakukan tindakan oleh petugas dengan memasang infuse. Dan yang menjadi penyebab utama pasien meninggal dunia, bukan karena kekurangan cairan melainkan karena infeksi berat yang disebabkan oleh cacing yang ada di tubuh pasien,” ucap Schouten.

Berita Terkait :  Salut! Driver Gojek dan GS Manado Bantu Donasi Istri Sopir Angkot Penderita Kanker

Ditambahkan Dirut, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberi pertolongan kepada pasien. Namun penyakit yang diderita sudah cukup parah. Sehingga pasien meninggal sebelum tiba di RS Malalayan Manado.

“Karena kondisi pasien terus memburuk, oleh petugas kami langsung dan dibuatkan rujukan ke RS Malalayan Manado. Tapi saat dalam perjalanan, pasien sudah terlebih dahulu menghembuskan nafas terakhir,” kuncinya. (jem)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional