Menu

‘Ada Bau Tak Sedap’ di PU Sulut, KADIN: Polda dan Kejati Perlu Turun Tangan

  Dibaca : 124 kali
‘Ada Bau Tak Sedap’ di PU Sulut, KADIN: Polda dan Kejati Perlu Turun Tangan
Bambang Waskito dan Hangky A Gerungan

MANADO – Aroma tak sedap tercium di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Utara. Seperti diketahui walaupun sudah ditender beberapa waktu lalu,12 paket pekerjaan terus diutak-atik sehingga harus diulang dua kali. Padahal, pada tender pertama dan kedua sudah ada pemenang. Hal ini kemudian menimbulkan kecurigaan. Apalagi pihak panitia tidak menjelaskan secara rinci alasan pembatalan lelang proyek kepada pihak perusahan pemenang tender.

 kecurangan pihak panitia lelang proyek di Dinas PU ini dilaporkan sejumlah perusahan ke Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulut. Ketua Kadin Hangky Arther Gerungan (HAG) tidak membantah hal tersebut. Kata dia, persoalan ini seharusnya tidak boleh terjadi. Meski begitu, laporan dari sejumlah perusahan yang dirugikan dalam setiap lelang proyek akan ditindaklanjuti.

 kata HAG, Kadin, Kejaksaan dan Polda sudah sepakat untuk mengawasi setiap lelang proyek baik di Balai Jalan, Air, maupun di Dinas PU Provinsi Sulut. “Kadin akan menindaklanjuti kerjasama dengan pihak Kejaksaan dan Polda Sulut terkait lelang proyek di Sulawesi Utara. Dalam waktu dekat ini, kita akan melakukan pertemuan lagi. Jika ada permainan, ada kongkalikong dalam tender proyek di Dinas PU, di Balai Jalan dan Air, kami akan membawa ini ke ranah hukum,”tegasnya, Minggu (18/3/18).

 menyampaikan, dalam laporan yang diterima KADIN, perusahan yang dimenangkan pihak panitia tender sejak awal tidak memenuhi syarat. “Jadi perusahan yang ditunjuk dan dimenangkan oleh panitia lelang di Dinas PU itu, awalnya tidak memenuhi syarat. Ditender pertama dan kedua tidak memenuhi syarat. Anehnya, tender pertama dan kedua sudah ada pemenang dibatalkan sepihak. Panitia membatalkan tanpa menjelaskan alasan kenapa dibatalkan. Nah, ini yang akan KADIN usut. Ini sudah tidak beres,”ucapnya. Kecurigaan lain kata Ketua KADIN, perusahan yang ditunjuk panitia untuk mengerjakan proyek itu, nilai yang ditawarkan sangat jauh dengan perusahan-perusahan lainnya. “Kalau perusahan yang ditunjuk panitia itu hanya seratus juta rupiah lebih. Sementara, perusahan yang sudah menang di tender pertama, kedua, dan dibatalkan panitia itu nilai penawarannya sampai 1 miliar rupiah lebih. Nah, ini juga perlu dipertanyakan. ada apa?”tandasnya.

 Pemerintah Sulut Taufik Tumbelaka mengatakan, jika laporan yang diterima KADIN itu benar, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey harus menyikapi persoalan tersebut. “Ini terkait dengan transparansi birokrasi dalam memenuhi dan mengisi pembangunan. Jika ada kongkalingkong dalam setiap tender proyek, tentunya hal itu jelas merusak nama baik dan citra pemerintah provinsi yang terus mengedepankan Nawa Cita,”jelasnya. Dikatakannya, kebijakan dalam setiap tender proyek sudah menjadi rahasia umum. Namun, Tumbelaka menyampaikan, Gubernur maupun Wakil Gubernur harus mengedepankan aturan dan ketentuan dalam pekerjaan di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Kebijakan boleh. Tetapi harus sesuai aturan. Artinya, harus memenuhi semua persyaratan dalam lelang proyek. Itu baru disebut sesuai aturan yang jelas dan transparan. Tetapikan di lapangan prakteknya jadi lain. Kalau laporan di Dinas PU yang masuk di KADIN itu benar, Pak Olly jangan lindungi Kadis PU. Solusinya yakni evaluasi, kalau perlu diganti. Ya, kecuali ini semua keinginan gubernur,”tandasnya.

 Dinas PUPR Sulut Steve Kepel ketika diwawancarai koran ini beberapa hari lalu mengakui adanya lelang ulang tersebut. Hanya saja, Kepel enggan merinci alasannya. “Spesifiknya nanti akan dicek di Pokja (Pengadaan PUPR). Tapi ada penjelasan alasan lelang ulang di LPSE,” kata Kepel. Sementara soal anggapan bahwa lelang ulang itu karena proses pengadaan barang dan jasa di Sulut sudah dipantau KPK, Kepel belum memberi jawaban.

 12 paket yang dilelang ulang itu, sesuai jadwal di LPSE Pemprov Sulut, seharusnya pengumuman pemenang pada tanggal 22 Februari, sama dengan 40-an paket fisik yang telah selesai lelang. (baz/bny)

 

Baca Juga:  Pala Oninala Bersaksi Dalam Kasus Pembunahan Tateli

Paket Proyek 2018 PUPR yang Lelang Ulang:

  1. Drainase Ruas Jalan Tondano – Kembes – Manado 1,25 M
  2. Pembangunan Hanggar Alat Eceng Gondok 1,5 M
  3. Drainase Ruas Jalan Matungkas – Paniki Seksi 1 600 jt
  4. Pembangunan Jembatan Pada Ruas Togid – Kokapoy – Kakenturan Cs 4 M
  5. Pembangunan Jembatan Pada Ruas Lirung – Kolongan – Balang Seksi 1 2 M
  6. Pembangunan Jembatan Pada Ruas Jalan Lirung – Kolongan – Balang 5 M
  7. Peningkatan Ruas Jalan Kalasey – Sea (DAK) 10,25 M
  8. Pembangunan Jembatan Pada Ruas Paniki – Soekarno Seksi 2 3,5 M
  9. Pembangunan Jembatan Pada Ruas Paniki – Soekarno Seksi 1 1,5 M
  10. Peningkatan Ruas Jalan Tondano – Kembes – Manado (DAK) 5 M
  11. Peningkatan Ruas Jalan Kasuang – Patar-Tataaran – Remboken (DAK) 10 M
  12. Rehabilitasi Daerah Irigasi Paniki – Kolongan 1 M
Baca Juga:  Tenderisasi Proyek 2018 di Bolmut Harus Diperketat
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional