Menu

Gaji Kades-Pala Minahasa-Minsel Terkecil, Mitra-Manado Tertinggi di Sulut

  Dibaca : 138 kali
Gaji Kades-Pala Minahasa-Minsel Terkecil, Mitra-Manado Tertinggi di Sulut

IPM– Tunjangan perangkat desa 15 kabupaten/kota se-Sulut ternyata masih jauh dari angka kelayakan (lihat grafis). Bahkan, gaji yang diberikan daerah untuk ujung tombak pemerintahan itu, tidak setara dengan upah minimum provinsi (UMP) di Sulut Rp2.598.000.

Contohnya di Minahasa dan Minsel. Gaji untuk kepala desa (kades) hanya sebesar Rp1.5 juta. Sedangkan untuk upah kepala lingkungan (Pala) atau kepala dusun senilai Rp750 ribu. Angka ini menjadi gaji terendah disbanding kabupaten/kota di Sulut.

Sementara, gaji kades yang diberikan pemerintah daerah (pemda) Mitra merupakan yang tertinggi di Sulut, yakni Rp4juta. Kemudian, untuk gaji pala paling tinggi diberikan Pemda Manado sebesar Rp2.850.000.

“Kami prinsipnya bertugas untuk kepentingan umum. Tetapi, kami akui upah sebesar Rp1.5 juta terbilang kecil. Bayangkan kalau ada tugas ke luar. Pasti kami tidak bisa mengambil dana di luar aturan. Ya, terpaksa harus merogoh kocek (mengambil uang) pribadi. Ini juga semestinya menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena sekarang gaji yang kami terima lebih besar yang diterima para honorer. Sebab, aturan jelas mengikuti UMP di Sulut,” keluh beberapa kades dan pala saat berbincang dengan wartawan Indo Post, Selasa (27/03/18).

Menurut Kabid PMD Kabupaten Minahasa Novia Tairas pemberian gaji kades bervariasi, tergantung desa. “Gaji kades paling tinggi Rp1.500.000. Sedangkan gaji Pala, Maweteng, Kepala Seksi, Kepala Urusan sebanyak 50 persen dari gaji Kumtua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Mitra, Drs Jotje Wawointana mengungkapkan, anggaran yang disediakan Rp55,3 miliar untuk pembayaran gaji 2.038 pemerintah desa (pemdes) tahun 2018.

“Itu sudah termasuk gaji Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Setiap bulan masing masing Pala mendapat gaji Rp2 juta,” beber Wawointana.

Berita Terkait :  Golkar Mitra Buka Penjaringan Cabup-Cawabup, Buruan Daftar....

Sedangkan untuk kades, kata Wawointana, mendapatkan gaji 4 juta per bulan. Dikatakannya, total anggaran untuk kades Rp6,4 miliar. Namun untuk saat ini, kata Wawointana, anggaran yang tertata dalam APBD induk baru sekira Rp42 miliar. “Namun nantinya akan disesuaikan pada APBD perubahan nanti,” ucap Wawointana.

Ditambahkan Wawointana, melihat besarnya anggaran yang disediakan, berarti ada kenaikan gaji kepala desa untuk tahun 2018. Tujuannya tak lain demi meningkatkan kinerja pemerintah desa. “Terutama dalam pengololaan dandes. Supaya bisa digunakan semaksimal mungkin untuk pembangunan di masing-masing desa,” pungkasnya.

Di sisi lain, Kabag Tapem Kotamobagu Marham Anas Tungkagi mengatakan ada 390 Pala akan menerima gaji di triwulan tiga. “Kami sediakan Rp1,98 miliar untuk gaji Pala hingga RT dan RW di Kotamobagu,” ucapnya.

Adapun gaji setiap bulan Pala Rp1.100.000 sehingga pada triwulan ini akan menerima Rp 3.300.000. Sedangkan untuk RT dan RW akan menerima Rp750.000 setiap bulan dengan triwulannya Rp 2.250.000. “Penyaluran sudah melalui rekening. Bagi yang belum mengurus rekening Bank Sulut-Go, segera menyelesaikan dan masukkan ke Kantor Bagian Tapem Kotamobagu,” kata Anas.

Sementara di Kabupaten Bolmong gaji kades termasuk besar karena setiap bulannya para pemimpin tertinggi di desa tersebut menerima upah sebesar Rp3.000.000. Sedangkan untuk Sekdes mendapatkan gaji sebesar Rp1.750.000 dan perangkat desa seperti kaur dan pala sebesar Rp1.000.000. “Untuk tahun ini mendapatkan kenaikan sebab sebelumnya sangadi hanya mendapatkan gaji sebesar Rp2,5 juta, Sekdes Rp1,5 juta dan perangkat desa Rp750 ribu. Upah aparat desa ini sudah diatur dan ditetapkan oleh Perbup,” terang Kepala DPMD Bolmong Ahmad Yanny Damopolii. (tim/zly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional