Menu

Oknum PNS di Talaud ‘Bahugel’ Disidang Adat

  Dibaca : 165 kali
Oknum PNS di Talaud ‘Bahugel’ Disidang Adat
Nampak kedua pasangan terlibat perselingkuhan diarak keliling kampung untuk menerima sanksi sambal berteriak tidak mengikuti perbuatan mereka.

IPM — Pelestarian  budaya di Talaud masih terjaga. Termasuk saat memberikan hukuman melalui sidang adat terhadap pasangan yang ketahuan ‘bahugel’ (perzinahan). Contoh kasus di Desa Karatung Selatan Kecamatan Nanusa. Ya, dua insan dimabuk cinta perselingkuhan ini kedapatan sedang melakukan hubungan layaknya suami istri sah.

Terinformasi, perempuan berinisial SB alias Sat (31) seorang IRT maupun lelaki KA alias Kar (45) seorang ASN menjalani sidang adat, Senin (9/4/18). Sidang Adat dipimpin Ratu’n Banua Desa Ginimbale Bungkaes, Inangu Wanua Desa Ginimbale Samura, Kepala Desa Karatung Selatan Gahansa, Kepala Desa Karatung Tengah D. Lua. Hadir juga para Petua Adat, Babinsa Serda Moningkey, Bhabinkamtibmas Briptu Kenedi, Kanit Bimas Bripka DM. Lua dan KSPK TJ. Pasahokang.

Baca Juga:  Maasing-Tumumpa ‘Perang’ Panah Wayer, Begini Kondisi Dua Orang Korban

Kepala Desa Karatung Selatan, Gahansa mengatakan, siapapun yang tersangkut dalam kasus dalam desa harus diselesaikan secara adat. “Karena adat di Desa Karatung seperti ini. Jadi ketika ada permasalahan, khususnya perzinahan atau hugel kasus tersebut harus melalui sidang adat terlebih dahulu, untuk memutuskan apakah kasus tersebut ditangani oleh hukum adat atau langsung dibawa ke pihak Kepolisian,” jelasnya.

Hasil sidang adat menyatakan, kedua pelaku perselingkuhan tersebut mendapatkan hukuman adat. Yaitu berteriak di dalam kampung. “Jangan mengikuti kami, karena kami telah berbuat zinah.”  “Ini untuk diperdengarkan ke masyarakat Desa Karatung hingga ada efek malu dan efek jera,” kata Gahansa.

Berdasarkan pengakuan, kedua tersangka sudah berhubungan sejak tahun 2013 yang lalu. Kemudian, keduanya melakukan perbuatan itu karena didasari hubungan suka sama suka.

Baca Juga:  Kejari Bitung Raih Penghargaan Nasional

Hubungan keduanya terbongkar ketika pada Selasa (27/3/18) sekira pukul 02.30 Wita, perempuan MT alias Mel (48) hendak mencari suaminya KA yang belum pulang. Saat berjalan ke belakang rumah, tiba-tiba saksi melihat perempuan SB berlari dengan tidak memakai celana. Celana yang bersangkutan tertinggal di pekuburan tepat belakang rumah tersebut.

Saksi kemudian mengambil celana tersebut dan dibawa ke rumahnya. Pada hari Jumat (2/4/18) pukul 18.00 Wita, perempuan SB datang ke rumah saksi dengan maksud untuk mengambil celana yang sempat saksi ambil. SB kemudian mengaku kepada MT kalau dia telah melakukan perbuatan persetubuhan dengan lelaki KA. (tim/zly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional