Menu

Di-Bully Sepeda ‘Botol Karong’, Justru Harumkan Nama Sulawesi Utara

  Dibaca : 65 kali
Di-Bully Sepeda ‘Botol Karong’, Justru Harumkan Nama Sulawesi Utara
MHF Sendoh, Ketua Kosti Sulut.


BALI — Pecinta sepeda tua di Sulawesi Utara tak perlu minder. Sepeda yang sering “di-bully” sebagai sepeda ‘botol karong’—karena digunakan para pembeli botol bekas—itu justru mengharumkan Sulawesi Utara di ajang International Veteran Cycle Association (IVCA) 2018, di Lapangan Maisonette, Inna Grand Bali Beach, Sanur, pekan lalu. Penampilan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Sulawesi Utara dan Sepeda Tua Manado (Setuamo) yang berkostum penari Cakalele berhasil menyedot perhatian masyarakat Bali, Indonesia, maupun Internasional, hingga meraih juara I performance IVCA ke-38.
Ketua Kosti Sulut Ir. MHF Sendoh mengatakan seluruh anggota komunitas pecinta sepeda tua di Sulut sangat mengapresiasi hajatan tersebut, serta sambutan masyarakat Bali yang sangat ramah.
“Penyelanggaraannya cukup sukses. Pemda Bali juga sangat mendukung terutama dari sektor pariwisatanya. Sarana dan prasarana sangat lengkap dan juga masyarakatnya sangat ramah,” tuturnya.

Banyak yang mengapresiasi acara ini karena untuk pertama kalinya acara internasional sepeda tua ini berlangsung di Bali, bahkan pertama kali di Asia Tenggara. “Kami mengharapkan, pecinta sepeda tua khususnya yang ada di Indonesia semakin solid dan berkembang,” tambahnya.

Epi, sapaan akrab mantan Sekda Kota Manado ini, mengatakan kontingen Kosti dan masyarakat Sulut dan patut berbangga karna di ajang internasional ini Kosti Sulut berhasil menyabet juara 1 kategori Karnaval Internasional. Sulut menyisihkan peserta dari propinsi lain hingga negara yang ikut berpartisipasi dalam ajang IVCA ke-38
“Terima kasih atas rahmat Tuhan serta dukungan pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara kepada kami, sehingga bisa berpartisipasi di ajang IVCA. Sangat membanggakan menjadi juara I di karnaval internasional. Saya berharap ke depanya Kosti bisa menaungi klub-klub sepeda tua di kabupaten/kota di Indonesia. Kosti jaya dan selalu bahagia,” ujar Epi.

Peserta karnaval dari negara lain foto bersama dengan kontingen Sulut


IVCA ini juga sebagai sarana silaturahmi sesama pecinta sepada tua seluruh dunia. Sepeda tua memiliki nilai sejarah yang bisa mengingatkan kembali ke masa-masa perjuangan bangsa. Di sisi lain sepeda sangat ramah lingkungan, dan bisa menjadi alat transportasi tradisional bagi wisatawan.
Sementara itu, Humas Kosti Sulut Daniel Andre mengatakan juara I di Karnaval Internasional IVCA ke-38 itu membuktikan bahwa sepeda tua tak lekang oleh waktu. Sekaligus mematahkan cemoohan orang: bersepeda tua itu hanya pembeli botol bekas.
“Jadi ingat ngegowes diteriaki ‘botol karong’. Sekarang teman-teman Kosti dan Setuamo serta pecinta sepeda tua di Manado dan sekitarnya boleh berbangga. Kosti Sulut dan Setuamo yang baru seumur jagung, sudah mencetak sejarah. Ya, pertama kalinya di Asia Tenggara dan kita bisa menjadi juara 1 Kategori Karnaval Internasional,” ujar pria multi talenta itu.
Jangan lagi mem-bully bila dari kejauhan terdengar bunyi: Cringgg… Cringgg, dan sepeda tua itu lewat, karena sesungguhnya sepeda ‘botol karong’ itu sudah terbukti mengharumkan nama Sulawesi Utara di ajang internasional. Salam traaappp…Salam satu rantai…(bahtin)

Berita Terkait :  Lumentut Lantik Sumendap Ketua HUT PKB GMIM 2018
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional