Menu

Virus Flu Burung Serang Boltim, Hewan Unggas 2 Kecamatan Postif Terjangkit

  Dibaca : 67 kali
Virus Flu Burung Serang Boltim, Hewan Unggas 2 Kecamatan Postif Terjangkit

IPM — Masyarakat Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sepatutnya hati-hati dalam mengkonsumsi hewan ternak unggas. Pasalnya, terdapat dua kecamatan di Boltim telah diserang virus flu burung (H5N1). Yakni Kecamatan Modayag dan Modayag Barat. Kepastian itu didapat setelah tim kesehatan Dinas Pertanian Bolti dan Pemprov Sulut melakukan rapid tes. Nah, bahaya penyakit flu burung ini dikarenakan pada saat ini virus flu burung selalu melakukan adaptasi. Sehingga dari hari ke hari semakin kuat. Flu burung ini sesungguhnya merupakan virus yang menyerang pada unggas atau burung. Namun apabila dikonsumsi atau berada di lingkungan sekitar manusia, maka manusia juga bisa tertular. Kemudian, flu burung ini jika sudah masuk ke dalam tubuh manusia tidak akan langsung menunjukkan gejala. Tetapi diperlukan masa inkubasi sekitar 3 sampai 7 hari terlebih dahulu. Baru setelah inkubasi, flu burung ini mulai menunjukkan gejala dan tanda-tanda.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Setiono, uji tes sekaligus investigasi bersama Balai Besar Kesmavet Maros berlangsung pada 9 sampai 19 Mei lalu.

“Ini informasi penting untuk masyarakat Boltim khususnya Kecamatan Modayag dan Modayag Barat. Bahwa, wabah penyakit ternak unggas yakni flu burung mulai menyerang ayam kampung, ayam ras petelur dan itik,” ungkap Setiono, Selasa (22/5/18).

Lanjutnya meminta masyarakat untuk waspada. Sebab virus flu burung bisa menular kepada manusia. “Bagi pengusaha ayam diimbau untuk melakukan depopulasi atau pemusnahan jika terjadi ayam mati mendadak dan sudah diambang bahaya. Mohon partisipasi masyarakat bersama pemerintah dalam pengendalian dan penanganan,” ungkapnya

Dia pula mengatakan, seluruh penyuluh pertanian intens memantau kondisi hewan unggas. “Jika ada ayam atau itik yang mati mendadak dengan gejala klinis berwarna merah kebiruan pada seluruh bagian tubuh, kepala dan mata bengkak, hewan yang mati segera dibakar atau kubur sedalam satu meter. Selanjutnya, lakukan penyemprotan disinfektan di serkitar kandang dan lingkungan sekitar,” terangnya

Berita Terkait :  10 PNS Boltim Dipecat

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Boltim Eko Marsidi mengatakan, pihaknya telah melakukan tindakan medis kepada salah satu warga yang disinyalir terserang flu burung. “Ada salah satu warga yang kita tangani. Namun sudah sembuh,” ujarnya.

Marsidi juga menyatakan, pihaknya siap melakukan tindakan medis kepada warga yang mengalami gejala flu burung. “Kita selalu siap, jika ada kasus segera laporkan,” katanya.

Terpisah, Camat Modayag Uyun Pangalima mengatakan, sampai saat ini belum ada warga yang terserang dengan flu burung. Karena pada saat diketahui unggas yang terserang flu burung pemerintah kecamatan dan dinas terkait maupun puskesmas langsung turun ke lapangan.

“Intinya kita melakukan penagulangan terkait dengan virus flu burung yang menyarang unggas,” ujarnya.

Selain itu, katanya, tim dari provinsi juga sudah turun terkait dengan virus flu burung yang menyerang unggas. “Sampai saat ini belum ada warga yang diserang virus flu burung,” tutupnya. (iki/zly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional