Menu

Yessy Momongan dan Ardiles Mewoh Berebut Kursi Ketua KPU Sulut

  Dibaca : 85 kali
Yessy Momongan dan Ardiles Mewoh Berebut Kursi Ketua KPU Sulut

IPM – Seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut periode 2018-2023 telah tuntas. Lima komisioner telah ditetapkan KPU RI berdasarkan rangking. Yakni Ardiles Mewoh, Yessy Momongan, Lanny Ointu, Salman Saelangi dan Meidy Tinangon. Keputusan itu bernomor: 371/PP.06-Kpt/KPU/V/2018 tanggal 21 Mei 2018 tentang penetapan anggota KPU Provinsi periode 2018–2023. Menariknya, setelah dilantik Kamis (24/05/18), akan dipilih Ketua KPU Sulut. Terinformasi, dua nama paling memiliki kans menjadi orang nomor satu di lembaga pemilu tersebut. Yakni incumben Yessy Momongan dan Ardiles Mewoh.

Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut, Dr Maxi Egeten menuturkan, dari banyak aspek, Yessy masih memiliki peluang besar untuk kembali dipercaya sebagai Ketua KPU Sulut.

“Yessy itu bisa berpeluang. Karena kehadiran dia dari keterwakilan perempuan. Dan juga punya kelebihan pernah menjadi ketua KPU. Nah, karena dia selama menjabat berhasil memanejemen lembaga yang dipimpinnya. Meskipun kita tahu banyak persoalan di dalamnya. Namun, ia bisa lewati. Itu peluangnya,” ucap Egeten, Selasa (22/05/18).

Jika dibandingkan dengan Ardiles Mewoh, Lanjut Dosen Fispol Unsrat ini, selama ini dia hanya komisioner. Kemudian Yessy sebagai ketua. “Jangan salah, Meady Tinangon pernah bersama-sama (Yessy). Jadi, bisa saja ia dan mengajak teman baru lainnya akan memilih Yessy menjadi ketua,” tukasnya.

Dirinya mengungkapkan, memang kedua orang itu memiliki peluang. Kemudian, soal peluang kandidat lain, kata Egeten masih minim.

“Kalau yang lain kan baru. Untuk menjadi Ketua KPU kan harus paham soal pola manajemen, hubungan staf sekretariat dan lembaga lain. Itu penting,” urainya.

Selain itu, kata Egeten, Yessy sepertinya kuat. Karena di-back up (didukung) penguasa. Jadi, itu yang akan menjadi peluang kemenangan Yessy menjabat. “Intervensi penguasa itu ke Yessy. Dan, ia pun pernah ikut seleksi KPU RI. Itu peluangnya menjadi ketua KPU Sulut besar,” pungkasnya.

Berita Terkait :  Momongan Prioritaskan Akses Pemilih Disabilitas

Terpisah, Ketua KPU Sulut, Yessy Momongan mengatakan, masa jabatan 2013-2018 berakhir 24 Mei. Saat ditanyai pelaksanaan pelantikan anggota KPU yang baru terpilih, menurutnya itu kewenangan KPU RI. “Pelantikan harusnya ditanggal yang sama. Jika habis masa jabatan tanggal 24 Mei, maka pelantikan di tanggal yang sama,” jelasnya.

Kemudian dimintai tanggapan soal dirinya masih mau bertarung sebagai Ketua KPU Sulut atau tidak, dirinya enggan berkomentar. “Saya no comment kalau soal itu,” singkatnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Sulut yang baru, Meidy Yafeth Tinangon SSi MSi mengatakan, untuk saat ini dirinya telah mendapatkan undangan untuk mengikuti pelantikan. “Saya cuman dapat undangan pelantikan tanggal 24 Mei. Setelah itu, akan ada materi pembekalan,” tuturnya. (trs/zly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional