Menu

Wow! Dua Gadis SMA Manado Pamer ‘Buah Dada’ di Medsos

  Dibaca : 457 kali
Wow! Dua Gadis SMA Manado Pamer ‘Buah Dada’ di Medsos
  • Dinas Pendidikan Sulut: Itu Pelanggaran Berat

IPM– Pengguna media sosial (Medsos) di Sulawesi Utara (Sulut) dihebohkan aksi tak senonoh dua gadis yang memakai segaram Sekolah Menengah Atas (SMA) ternama di Manado. Dalam video berdurasi 30 detik yang diposting di Instagram story, April alias AW dan Tasya alias TR, sengaja memamerkan payudaranya. Secara bergantian keduanya menunjukan payudara yang ditutupi bra sambil diiringi musik. Sontak saja, postingan video ‘panas’ itu langsung viral, sejak Selasa (22/5/18).

Bahkan sudah ditonton lebih dari 500 ribu kali. “Virall lagi cwe” manis 😂😂. Mo pamer BH import kata 😅😅 Gaya kekinian,” komen Erikha Rumengan.

“So nintau diri eh… So viral ngn itu,” kata Bhibi Kahiking EQ.

“Bagaimana dengan generasi mereka selanjutnya??😌,” kesal Gabriella Lengkong

Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut, Fanny Legoh mengatakan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai tradisional, nilai kultural telah hilang. Nilai kultural semakin hari semakin berergeser. “Ini terbukti bahwa mereka sampai sejauh ini dmelakukan tindakan tidak senonoh ini. Kemungkinan pertama, barangkali situasi sosial. Masalah keluarga karena stres. Kedua, perilaku yang sudah lebih tingkat lagi,” ujarnya, Rabu (23/5/18).

Lanjut Legoh, barangkali pengarah dari pergaulan bebas dan longgar. “Ini kan budaya kontemporer kultural. Di mana mereka lebih banyak memahami nilai kondisi nilai yang baru berkembang daripada nilai konvensional,” ucap Legoh.

Politisi PDIP menambahkan, guru dan keluarga harus bertanggung jawab. Agar bisa diatasi dan dikurangi tindakan semacam ini. “Guru agama, guru moralitas yang harus menanamkan budaya-budaya kita,” tukasnya, seraya berharap agar para siswa di Manado bisa mewarisi keteladanan dari pada tokoh-tokoh perempuan di Bumi Nyiur Melambai, semacam Walanda Maramis.

Berita Terkait :  JWS-INR vs IvanSa-CNR, SHS-SVR dengan OD-SK Uji Kesaktian

Dia pun menegaskan, untuk kurikulum K13 perlu dievaluasi oleh pemerintah. “Proses pembelajaran yang diambil dari K13 itu harus direvisi kembali. Karena sudah berani melakukan tindakan semacam itu di depan umum. Ini kan perbuatan asusila. Fenomena semacam ini jika diistilahkan merupakan inklusif psikologi. Yang artinya dorongan dari dalam,” jelasnya.

Dan, kata Legoh, lembaga pendidikan dan keluarga yang paling berperan. “Karena kalau mau lihat bukan sekolah yang banyak waktu. Tapi keluarga. Kan di sekolah cuman lima jam. Otomatis keluarga harus banyak memberikan pendidikan moralitas,” urainya.

Kehancuran suatu bangsa, kata Legoh bisa dimulai dari keluarga. Akibat orang tua terlalu sibuk makanya anak tidak dididik. “Ini satu hal yang kompleksitas yang tinggi. Harus kita dudukan orang-orang tertentu. Seperti dari orang tua, yaitu lembaga kekeluargaan, kemudian pranata keluarga, lembaga pendidikan informal, pemerintah dan lembaga keagamaan lainnya bagaimana melihat generasi ke depan,” tutupnya.

Terpisah, Kabid Urusan SMA/SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulut, Arthur Tumimpa membenarkan hal ini. “Iya mereka (dua siswi) itu siswa SMA 1 Manado. Dan, pihaknya telah menugaskan Kepala Sekolah (Kepsek) unuk menyelesaikan masalah itu. “Kami menyerahkan pihak sekolah dalam memberikan sanksi. Itu pelanggaran berat,” urainya sembari.

Dia pun berharap orang tua dan guru harus bertanggung jawab. Dan, orang tua harus terus memberikan semangat agar siswa tak putus sekolah. “Harus bijak orang tua sikapi masalah. Jangan-jangan sampai menggunakan obat sehingga tidak tersadarkan seperti ini,” tutupnya. (trs/zly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional