Menu

Kejari Amurang Jebloskan Dua Pejabat Minsel ke Penjara

  Dibaca : 71 kali
Kejari Amurang Jebloskan Dua Pejabat Minsel ke Penjara
Dua tersangka kasus proyek pemecah ombak Ranoyapo, HK dan SP, usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Amurang.

IPM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Amurang membuktikan keseriusan dalam menangani kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak Ranoyapo. Sebelumnya CW selaku pelaksana proyek telah ditahan Kejari. Nah, kali ini dua pejabat teras Minsel menjadi tersangka dan sudah dijeblos ke penjara. Yakni oknum pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minsel berinisial HK alias Alo dan SP.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Amurang Lambok Sidabutar SH kepada sejumlah awak media menjelaskan, penahanan dilakukan karena pihaknya khawatir kedua tersangka kabur atau menghilangkan alat bukti.

“Ya kami khawatir saja kedua tersangka bisa melarikan diri atau menghilangkan alat bukti. Mengingat keduanya kurang proaktif dalam memenuhi panggilan pemeriksaan. Dan dasar itulah, sehingga hari ini (kemarin) kami langsung melakukan penahanan,” tukasnya, Rabu (30/5/18).

Sebelum melakukan penahanan, tutur Sidabutar, pihaknya terlebih dahulu melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kedua tersangka selama kurang lebih 5 jam. “Mereka mulai diperiksa sekira pukul 12.00 Wita. Dan setelah pemeriksaan selesai, pukul 17.00 Wita langsung dilakukan penahanan,” akunya.

Alasan keamanan dan kelancaran dalam proses hukum selanjutnya, kedua tersangka ditahan di tempat berbeda.

“Untuk HK, kami titipkan di rumah tahanan Tondano, sementara SP di rumah tahanan Amurang. Dan penahanan di tempat berbeda sengaja kami lakukan agar keduanya tidak saling ngobrol atau berbicara untuk menghambat jalannya proses pemeriksaan dan persidangan nanti,” jelasnya.

Sementara itu, sebelum ditahan, tersangka HK mencurahkan isi hatinya kepada sejumlah wartawan. “Mau dibilang apa lagi, semuanya sudah terlanjur berproses. Hanya saja yang saya sesalkan, kenapa niat baik kami untuk membantu warga dengan membangunan tanggul pemecah agar terhindari dari ancaman bencana, justru telah membuat kami harus berurusan dengan hukum,” ucapnya.

Berita Terkait :  APBD-P 2017 Sulut Tak Ada Pemangkasan

“Hanya Tuhan-lah yang tahu apa yang kami lakukan dan alami,” sambung HK. (jem/ker/zly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional