Menu

Jalan Modayag-Molobog Longsor, Sejumlah Desa Terisolir

  Dibaca : 28 kali
Jalan Modayag-Molobog Longsor, Sejumlah Desa Terisolir
Longsor jalan di Desa Tobongon, Boltim

BOLTIM — Ruas jalan Modayag-Molobog di Boltim sudah sepekan putus. Ruas jalan provinsi ini tertutup longsor, dan tak bisa dilalui kendaraan. Longsor paling parah di Kilometer 7 dari Modayag, Desa Tobongon.
“Sudah satu minggu tidak bisa dilalui kendaraan. Putus total karena longsor,” ungkap sejumlah warga Boltim.
Longsoran ini terdiri terjadi di 7 titik, yang terdiri atas 4 titik besar dan 3 titik kecil, yang kesemuanya berpotensi untuk menutup badan jalan, sedangkan yang terbesar di KM 7 sudah menutupi jalan. Dan, akibat longsor ini sempat memakan korban 1 orang, tapi untungnya sempat diselamatkan nyawanya oleh masyarakat dan membawanya ke Puskesmas terdekat.
Masyarakat Desa Badaro serta Desa Lanud dan sekitarnya terisolasi akibat longsor ini. “Padahal seminggu lagi akan Idul Fitri dan kami sangat membutuhkan jalan ke Kotamobagu untuk berbelanja kebutuhan Lebaran. Kami mohon perhatian dari Dinas PU Provinsi Sulut,” ujar Omi, warga Badaro.
Sebenarnya, longsor ini sudah hampir dua pekan terjadi dengan skala kecil hingga sedang. UPTD Wilayah II Dinas PUPR Sulut pun sempat membersihkannya selama tiga hari. “Tapi longsor lagi dengan skala lebih besar, dan sudah seminggu ini belum dibuka-buka,” tambah warga lainnya.
Kepala Dinas PUPR Sulut Steve Kepel didampingi Kepala UPTD Wilayah II Francy Lalu mengaku pihaknya sedang berkordinasi dengan pejabat pengelola kegiatan dan petugas lapangan. “Alat berat tambahan sudah diarahkan ke lokasi mulai mala mini (tadi malam, red),” ujar Kepel kepada Indo Post, tadi malam.
Dia pun berharap masyarakat tetap bersabar agar proses pekerjaan akan fokus hingga sebelum lebaran sudah terbuka. “Yang jelas sebelum Lebaran Idul Fitri sudah bisa dilewati,” ujar Kepel.
Dijelaskan bahwa ruas jalan Modayag-Molobog, yang melewati perkebunan cengkih dan beberapa lokasi tambang rakyat di Lanud itu memang rawan longsor. Sehingga longsor yang terjadi di awal tahun, hingga ada badan jalan yang ambruk dan putus sampai ratusan meter, belum selesai tertangani hingga saat ini.
“Yang longsor lalu belum selesai, ini sudah datang lagi longsornya. Di ruas itu memang rawan longsor,” kata Kepel.(baz)

Berita Terkait :  Siswa SPN Karombasan Meninggal, Ini Tanggapan Polda Sulut
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional