Menu

LKSI Soroti Pengerjaan Infrastruktur Jalan di Pulau Lembeh

  Dibaca : 70 kali
LKSI Soroti Pengerjaan Infrastruktur Jalan di Pulau Lembeh

IPM – Lembaga Kajian Strategis Indonesia (LKSI) menyoroti kondisi infrastruktur dan pembangunan jalan di Pulau Lembeh. “Kondisi jalan-jalan penghubung yang ada di Pulau Lembeh hingga saat ini belum 100 persen sesuai harapan,”ucap Ketua LKSI Sulut Isnaini Masloman ST saat menghubungi wartawan Indo Post, Minggu (8/7/18).

Ia mencontohkan jalan yang menghubungkan kelurahan Pintukota dan kelurahan Binuang yang baru tahun lalu dikerjakan kini hancur berantakan. “Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pengeluhan warga di media sosial, sampai anggota DPRD Bitung Luther Lorameng menyuarakan hal ini. Artinya, jalan tersebut dianggap belum layak dilalui kendaraan,”ucap Masloman.

Dirinya menilai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bitung khususnya bidang Bina Marga lemah dalam pengawasan pengerjaan proyek. “Dinas PUPR harus memperkuat pengawasan. Tenaga yang ditugaskan harus berani tegas, apabila tidak sesuai dengan spesifikasi jangan diterima pekerjaannya,”ungkapnya.

Buruknya infrastruktur jalan di Pulau Lembeh, kata dia, juga akan mempengaruhi sektor pariwisata yang sementara digenjot oleh Pemkot Bitung. “Dipastikan akan menjadi kendala dalam peningkatan perekonomian di sektor pariwisata karena sejumlah objek wisata berada di Pulau Lembeh,”cetusnya.

Selain itu, ia menyatakan, adalah kewajaran bagi masyarakat apabila menuntut pekerjaan yang maksimal dari pengaspalan jalan. Sebab lanjutnya, anggaran yang digunakan berasal dari masyarakat juga. “Harapannya agar tidak mentolerir para kontraktor yang bekerja hanya mengincar keuntungan besar. Ini jadi perhatian kita bersama . Di satu sisi anggarannya sangat besar, dan di satu sisi pekerjaaanya terkadang asal-asalan. Masyarakat juga diharapkan bisa mengawasi pekerjaan,”cetusnya.

Baca Juga:  Lebaran, Libur 10 Hari

Mencegah permasalahan itu muncul, dirinya meminta agar Dinas PUPR lebih khusus bidang Bina Marga melakukan pengawasan pekerjaan terintegrasi. “Harus jeli memilih konsultan pengawas dan memastikan konsultan pengawas yang dipilih memiliki kemampuan dan ahli di bidangnya. Dengan upaya ini, pelaksanaan proyek berjalan sesuai dengan dokumen perencanaan, dan yang paling penting adalah mutu pekerjaan sesuai dengan target proyek yang diinginkan,” pungkasnya.

Masloman pun berjanji, LKSI akan mengumpulkan seluruh informasi dan data pengerjaan jalan di Pulau Lembeh. “Dan tentunya, kami akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan maupun Kepolisian,” tandas lelaki berlatar belakang pendidikan Teknik.

Diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD Kota Bitung Luther Lorameng membongkar bobroknya sejumlah pengerjaan infrastruktur jalan di Pulau Lembeh lewat postingannya di media sosial facebook, beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Kota Bitung Dapil Aertembaga-Pulau Lembeh ini mengaku sengaja memposting kondisi infrastruktur di Pulau Lembeh agar Pemkot dan masyarakat tahu. “Dalam setiap kesempatan saya selalu menyuarakan proyek-proyek di Pulau Lembeh agar mendapat perhatian agar tak asal-asalan pengerjaannya,”kata Luther saat ditemui di gedung Komisi A Kantor DPRD Bitung.

Baca Juga:  171 Miliar Masuk Desa

Ia mencontohkan, infrastruktur jalan menghubungkan Pintukota-Binuang Kecamatan Lembeh Utara yang pengerjaanya baru tahun lalu tapi kondisinya kini sangat memprihatinkan karena diduga asal jadi. “Bayangkan, jalan itu belum sampai setahun diaspal tapi sudah hancur karena tak kuat menahan beban kendaraan yang lewat,”ujarnya.

Luther menyatakan, tak becusnya pekerjaan jalan itu dikarenakan minimnya pengawasan dari instansi pelaksana hingga para kontraktor asal-asalan mengerjakan proyek. “Bagaimana masyarakat mau menikmati infrastruktur, jika usianya tidak sampai setahun. Ini sangat merugikan dan mohon perhatian dari Pemkot Bitung,”geramnya.

Memanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Bitung, Julius Sumanti, mengatakan jalan itu tak berusia panjang dikarenakan tak mampu menahan beban kendaraan yang lewat. “Jalan rusak karena sering dilewati kendaraan dengan tonase yang lebih besar yakni 16 ton. Harusnya jalan Lapen adalah jalan lingkungan dengan kapasitas jalan hanya maksimum 8 ton,” singkatnya.(ray)


Warning: array_merge(): Argument #2 is not an array in /home/indopost/public_html/wp-content/themes/tuxtribune/inc/theme-actions.php on line 357
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional