Menu

Oknum Dosen Unsrat ‘Tertangkap’ Jual Beli Nilai

  Dibaca : 199 kali
Oknum Dosen Unsrat ‘Tertangkap’ Jual Beli Nilai
Video dosen Unsrat yang meminta uang ke mahasiswa.
  • Dekan FEB: WD III Sudah Diganti, Tak Boleh Mengajar

IPM– Oknum dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat menjadi viral di media sosial karena terekam meminta uang kepada mahasiswa untuk perbaikan nilai. Oknum dosen yang juga salah satu pejabat di FEB itu sudah diberhentikan.

Dari video yang berdurasi beberapa detik itu—yang sudah tersebar di berbagai media sosial itu, terdengar memarahi salah satu mahasiswa karena ada yang meminta nilai diubah ke A namun hanya diberikan uang Rp10 ribu. Terkonfirmasi, jual beli nilai itu dihargai dengan uang masing-masing, bagi yang mau mendapat nilai A dihargai Rp30ribu/35ribu dan Nilai C+ dihargai Rp10 ribu.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat Dr Herman Karamoy tidak menampik kejadian itu karena sudah viral di media sosial. Karamoy pun menyesalkan kejadian tersebut. Dia mengaku jabatan yang dipegang oleh oknum dosen itu, yakni Wakil Dekan (WD) III bidang Kemahasiswaan telah diganti.

“Wakil Dekan III sudah diganti. Sudah ada SK penggantian. Saat ini sudah ada SK pengangkatan Plt WD III dan dijabat WD I sampai ada WD III yang baru,” katanya, kemarin.

Baca Juga:  Digeledah Polda Sulut, 4 Tempat Hiburan di Manado Bermasalah

Karamoy menjelaskan oknum dosen itu juga telah dikenai hukuman berupa ‘puasa’ mengajar atau tidak lagi memberikan kuliah pada semester sedang berjalan. “Semua mata kuliah yang dipegang oleh dosen itu tidak lagi diberikan selama satu semester, sejak hari Senin tanggal 10 September 2018. Sementara satu semester lanjutan nanti dilihat lagi. Begitu langkah yang kami ambil,” tukasnya.

Karamoy pun membeberkan sanksi diberikan sebagai efek jera bagi dosen lain, dan disampaikan kepada yang lainnya melalui pimpinan jurusan masing-masing.  “Memastikan jangan ada lagi yang berbuat. Diharapkan semua dosen harus menjaga nama baik fakultas dan universitar serta alumninya,” beber Karamoy.

Rektor Unsrat Prof Ellen Kumaat melalui Juru bicara (Jubir) Heski Kolibu menjelaskan masalah ini sementara diselesaikan di tingkat fakultas. Dan, kata Kolibu, Unsrat telah membentuk Tim Saber Pungli dan ada Satuan Pengawas Internal. “Setiap hal yang berhubungan dengan gratifikasi tidak dibenarkan di lingkungan Unsrat,” tukas Kolibu.

Sementara itu oknum dosen tersebut, AL, yang namanya menjadi buah bibir mengaku, pungutan uang itu dalam rangka menambah anggaran Dies Natalis FEB Unsrat. “Memang saya sampaikan kepada mahasiswa di kelas untuk sumbangan Dies Natalis dan sudah diberikan ke panitia. Namun, ada mahasiswa yang keberatan sehingga oleh panitia dikembalikan uangnya ke mahasiswa yang bersangkutan,” ujarnya sembari mengaku dirinya telah mengundurkan diri dari jabatan Wakil Dekan III FEB Unsrat.

Baca Juga:  Mahasiswa Unsrat Tumbang Dua Tikaman

Persoalan ini pun ‘tembus’ ke telinga DPRD Sulut. Anggota Komisi IV Rita Lamusu mendorong agar Rektor Unsrat Ellen Kumaat mengusut tuntas persoalan ini. Katanya, masalah semacam ini jangan dibiarkan. “Ini problem bagi kita, harus pihak kampus musti beri peringatan terkait masalah ini,” tegas Lamusu, kemarin.

Dia pun menyesalkan jika masalah ini benar terjadi. Karena bagi wakil rakyat yang dikenal kritis ini, persoalan tersebut telah merusak citra Unsrat yang sudah banyak memproduksi putra putri terbaik. “Ini penurunan nilai kualitas di universitas. Dan, pihak pendidik tidak memberikan ajakan dengan baik jika nilai bisa dibeli seperti itu,” tuturnya.

Tambah Lamusu, apabila sistem di perguruan tinggi sudah begitu, maka ini adalah pertanda bahaya bagi dunia pendidikan Sulut. “Saya berhadap kalau perlu ditindak karena merusak citra Sulut,” tukasnya seraya meminta Rektor mengambil tindakan tegas. (trs)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional