Menu

‘Perang Bintang’ Pilwako Manado 2020

  Dibaca : 80 kali
‘Perang Bintang’ Pilwako Manado 2020
  • Sumendap Harus Mundur dari Jabatan Bupati Mitra

 

IPM – Tahapan Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado 2020 baru dimulai September 2019 mendatang. Namun sejumlah nama tengah bermunculan untuk bertarung merebut kursi orang nomor satu di ibukota Provinsi Sulut. Sejumlah pengamat menyebut, Pilwako Manado akan menjadi perang bintang (kandidat). Baik dari politisi, birokrat maupun pengusaha. Seperti politisi James Sumendap yang sekarang menjabat Bupati Minahasa Tenggara (Mitra). Kemudian mantan Calon Wali Kota Manado Harley Mangindaan dan Hanny Joost Pajouw. Selain itu, Wakil Wali Kota Manado Mor Bastiaan, mantan Wali Kota Manado Jimmy Rimba Rogi dan mantan Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow. Kemudian dari kandidat birokrat berpeluang maju yakni Penjabat Sekda Manado Peter Assa, Sanny Parengkuan, Gammy Kawatu dan Christian Talumepa. Sedangkan untuk kalangan pengusaha adalah Hangky Arther Gerungan dan Jimmy Asiku.

“Saya kira memang semua punya peluang untuk maju. Apalagi mereka sudah memiliki pengalamannya di bidang masing-masing dan pastinya punya massa. Tapi, paling utama harus bisa mendapatkan partai untuk mengusung maju dalam Pilwako Manado 2020,” ujar pengamat politik pemerintahan Sulut, DR Ferry Liando, Rabu (26/9/18).

Khusus untuk Sumendap, katanya, harus mundur dari jabatan Bupati Mitra bila ingin maju di Pilwako Manado. “Cuma beliau harus mundur sebelum 2 tahun 6 bulan menjabat. Sebab di atas itu sudah terhitung 2 periode menjabat. Dan dianggap tidak memenuhi syarat,” ucapnya.

“Prinsipnya, tidak ada larangan bagi kepala daerah yang mundur sebelum masa jabatan berakhir. Jadi hak beliau jika ingin mundur,” sambungnya.

Terpisah, Harley Mangindaan saat dikonfirmasi, dirinya mengaku memiliki kerinduan dan besar kemungkinan untuk kembali maju di Pilwako Manado. Karena menurutnya, sebagian warga Manado masih merindukan untuk tampil.

Baca Juga:  Pilgub 2021 Perang Bintang, Tetty-Vonnie Kans Tantang Olly

“Bukan saya yang minat maju, tapi warga sebagian ingin saya gantikan GSVL,” ungkap Ai begitu sapaan akrabnya.

Lanjut mantan Wakil Wali Kota Manado, meski begitu ia akan tetap berkomitmen untuk membantu wali kota saat ini dengan mendukung program–programnya. “Minat saya sekarang bantu GSVL– MOR sampai pada waktunya,” katanya.

Dia pun mejelaskan, sejauh ini tim pasca Pilwako 2015 lalu masih solid. “Tim bagian dari suara saya kurang lebih ada sekitar 60 ribu warga murni yang saya miliki. Dan, sesuai dengan perolehan 60 ribu masih banyak yang suka saya maju kembali,” urainya.

Namun begitu, katanya, minatnya hari ini ialah membantu GSVL– MOR sampai selesai. “Setiap pemerintah pasti ada yang pasang surut hasil, namun bagaimana sekarang saya menjaga pendukung untuk mampu pemerintah sekarang di kota Manado, termasuk provinsi,” kuncinya.

Sementara itu, salah satu mantan Calon Wali Kota Manado, Hanny Joost Pajouw (HJP) mengatakan, sejauh dirinya masih tetap membuka komunikasi politik dengan siapa saja.

“Sambil menggeluti tanggung jawab kalau Tuhan berkenan pasti maju. Apalagi sudah dua kali. Tentunya realistis dengan keadaan politik ke depan,” katanya.

Dia pun membeberkan, untuk saat ini dirinya masih fokus dengan semua tanggung jawab yang telah diberikan terhadap dirinya. “Sekarang masih konsentrasi dengan pekerjaan. Apalagi sudah diberikan tanggung jawab baru sebagai staf khsus gubernur, dan pelayanan di Pria Kaum Bapa Sinode GMIM,” kuncinya.

Sementara, Sanny Parengkuan saat dimintai tanggapannya baru memberikan komentar singkat. “Biarkan saja mengalir seperti air mengalir. Nanti ada waktunya,” ucapnya.

Baca Juga:  Minta Uang Pelicin, Bendahara Pokmas di Manado Dipolisikan

Selain itu, Jantje Wowiling Sajow mengatakan, menyerahkan sepenuhnya kepada partai. “Kalau partai berkenan saya maju, saya akan siap,” tuturnya.

Di sisi lain, Ketua KPU Sulut, Ardiles Mewoh mengatakan, tahapan Pilwako Kota Manado nanti tahun depan. “Tahapan pelaksanaan sesuai dengan UU yaitu September 2019. Sekarang tahapan belum ada,” jelasnya.

Dia pun menjelaskan bahwa setiap warga Negara memiliki hak politik. Hanya saja diatur. Terutama bagi yang sementara menjabat. “Kalau mencalonkan di daerah lain harus mundur. Dan untuk kepala daerah yang menjabat 2,6 tahun sudah dihitung satu periode. Artinya, kalau mau maju harus di bawah masa jabatan tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Mitra James Sumendap telah menyatakan keinginan maju dalam kontestasi lima tahunan menjadi penerus Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut.

“Saya punya kerinduan untuk memimpin Kota Manado nantinya. Pokoknya akan berbarengan, saya bekerja untuk Minahasa Tenggara (dalam posisi sekarang) dan bekerja untuk Manado juga,” kata Sumendap yang baru menjalankan tugas sebagai bupati di periode kedua, usai dilantik Gubernur Sulut Olly Dondokambey di Kantor DPRD Sulut, Selasa (25/8/18).

Namun begitu, kata Sumendap, target paling dekat dirinya melanjutkan mimpinya untuk Mitra. Di mana Mitra menurutnya harus menjadi yang paling terdepan di Sulut. “Saya bakal melanjutkan mimpi-mimpi di Mitra. Mitra harus menjadi terdepan. Itu visi misi saya. Selain itu, saya berkomitmen memenangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 nanti merupakan hal wajib,” tandasnya. (tim/zly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional