Menu

4 Hari Setelah Gempa Palu Mulai Terang, RS Pakai Genset

  Dibaca : 80 kali
4 Hari Setelah Gempa Palu Mulai Terang, RS Pakai Genset
Petugas PLN berusaha mendirikan tiang listrik pengganti

PALU — Tim PLN terus bekerja memulihkan listrik di Palu dan Donggala paska gempa bumi. Hingga Selasa (2/10/18) kemarin, menurut Direktur PLN Regional Sulawesi, Syamsul Huda, PLN sudah berhasil memulihkan 30% kelistrikan di Kota Palu.
“Listrik PLN sudah mengalir di beberapa lokasi. Seperti ke Radio Republik Indonesia (RRI) Palu, Korem Tandulako dan Rumah Sakit Balai Keselamatan. Sehari sebelumnya juga, Senin (1/10/18), PMI Palu sudah dialiri listrik,” kata Huda dalam rilis resmi PLN.
Juga, untuk mendukung kelancaran komunikasi pihak Kepolisian, PLN pun kemarin sudah berhasil melistriki repeater Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Selain itu kantor BMKG Sulawesi Tengah di Bandara Sis Aljufri, Palu.
Kepala LPP RRI Palu, Heri mengakui dari perkiraan awal RRI butuh 1 minggu bagi PLN untuk memperbaiki listrik, namun PLN berhasil menyalakan listrik 4 hari paska gempa. “Lebih cepat dari perkiraan awal kami,” kata Heri.
Menurut Huda, kondisi ini akan terus membaik seiring dengan perkembangan perbaikan kelistrikan Palu dan Donggala. Hingga saat ini PLN telah mengerahkan lebih dari 300 orang tim gabungan yang berasal dari berbagai daerah. Disebutkan juga, sebelumnya PLN telah berhasil memulihkan 7 penyulang (jaringan tegangan menengah 20 kV) dan ditambah, kemarin, 7 penyulang. “Sehingga 14 dari 45 penyulang di Palu sudah dapat dialiri listrik,” katanya.
Selain itu, tim PLN AP2B Sistem Minahasa juga sedang melakukan proses perbaikan pada Gardu Induk (GI) Sidera dan Talise. “Sehingga beriringan dengan perbaikan jaringan listrik di Palu, dalam waktu dekat listrik dari PLTA Poso dapat dialirkan ke pelanggan di Palu dan sekitarnya,” ungkap mantan Manajer Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Wilayah Suluttenggo itu.
Huda menambahkan, untuk daerah yang belum pulih listriknya, PLN memasok listrik menggunakan genset. Terutama di Rumah Sakit Wirabuana, RS Undata, RS Bhayangkara. Selanjutnya secara bertahap PLN akan mengganti mensuplai listrik melalui sistem.
PLN juga menggunakan genset untuk lokasi-lokasi pengungsian seperti di Lapangan Wali Kota Palu yang menampung 3.500 pengungsi, Masjid Agung 1.200 pengungsi, GOR Kawatuna 1.200 pengungsi. “Totalnya 14 unit genset tersebar di Palu dan 3 genset di lokasi pengungsian di Donggala,” kata Huda.
PLN juga memberi perhatian pada pergerakan ekonomi Palu. Makanya PLN telah mengalirkan listrik 100 kilo Watt ke kawasan pertokoan di Jalan Gadjah Mada. PLN berharap listrik ini dapat dimanfaatkan oleh pengelola toko untuk mulai melakukan perdagangan.
“Secara keseluruhan progres pemulihan listrik Palu akan terus meningkat seiring dengan perbaikan terus menerus dilakukan oleh tim gabungan PLN,” tutup Huda.
Sebelumnya, Senin (1/10/18) Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirut PLN Sofyan Basyir, serta sejumlah pejabat PLN meninjau proses pemulihan listrik di Palu. Menurut Rini, pemerintah akan berusaha menambah pasokan listrik di Palu dengan mendatangkan kapal listrik yang dari Kupang.
“Kami mengapresiasi kinerja PLN yang cepat tanggap dalam perbaikan infrastruktur kelistrikan. Saya baru saja menyaksikan bagaimana rekan-rekan PLN bekerja keras untuk menghadirkan kembali listrik di tengah warga. Untuk siang ini saya dengar bahwa listrik dari Desa Siboang sampai Tambu sudah 85% menyala yang disuplai dari PLTD Sabang,” ujar Rini Soemarno.(baz)

Baca Juga:  PLN UIP Sulbagut Tambah Trafo 120 MVA di Sistem SulutGo
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional