Menu

BWSS 1 Inisiasi Bersih-bersih Sungai Tondano dan Sungai Tikala

  Dibaca : 48 kali
BWSS 1 Inisiasi Bersih-bersih Sungai Tondano dan Sungai Tikala
Sejumlah elemen pecinta lingkungan bersiap turun ke Sungai Tikala dan Sungai Tondano pada Hari Habitat Dunia 2018 di Sulut

MANADO — Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) 1 menginisiasi kegiatan bersih-bersih Sungai Tikala dan Sungai Tondano dalam memperingati Hari Habitat Dunia (HHD) 2018, Senin (1/10/18) pagi. Kegiatan yang mendukung Gerakan Indonesia Bersih itu dipusatkan di lokasi eks gudang Cocacola, Dendengan Luar.
Plh. Kepala BWSS 1 Jacklin Tahar dalam laporannya menyebutkan, dalam kegiatan ini BWSS 1 bekerjasama dengan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku, Pemprov Sulut, Ditjen Cipta Karya Sulut, UPT Kementerian dan Lembaga di Sulut, pemerintah kecamatan dan kelurahan, BUMN, UKM, perguruan tinggi, HATHI, Aqua Danone, Komunitas Peduli Sungai, siswa, dan masyarakat setempat. “Total peserta yang terlibat ada 500-an orang,” kata KTU BWSS 1 ini.
Dijelaskan juga HHD 2018 ini mengambil tema: “Municipal Solid Waste Management”. Sedangkan HKD 2018 mengambil tema “Building Sustainable and Resilient Cities”. Dengan tema tersebut, Peringatan HHD dan HKD 2018 ini dapat menggaungkan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan memikirkan solusi atas berbagai isu perkotaan dalam rangka mendukung terwujudnya kota yang berkelanjutan dan tangguh.
“Diharapkan dari penyelenggaraan kegiatan ini akan tercermin pemanfaatan sungai yang mengedepankan perlindungan serta pelestarian oleh seluruh pihak. Diharapkan juga tecipta konsep kerjasama untuk menciptakan perkotaan yang layak untuk semua,” katanya seraya menyebut rangkaian kegiatan juga untuk mengurangi volume sampah melalui pengelolaan 3R (reduce, Reuse, Recycle).
Sementara Gubernur Olly Dondokambey yang diwakili Asisten II M Rudi Mokoginta mengapresiasi kepada segenap pihak dalam memprakarsai kegiatan yang positif dan mendukung dalam pelestarian sungai. Katanya, air merupakan elemen yang terpenting bagi mahluk hidup baik hewan, tumbuhan dan manusia, karena semuanya membutuhkan air untuk metabolisme tubuh.
“Karena hampir 3/4 dari tubuh kita adalah air. Air juga penting dalam kelestarian alam dan lingkungan beserta isinya. Apabila tidak seimbang air dengan keberadaan alam, maka tidak akan tercipta keselarasan,” katanya.
Sulawesi Utara, katanya, dikategorikan daerah rentan bencana banjir yang diakibatkan besarnya air yang dikirim dari dataran lebih tinggi, dan disertai tidak lancarnya aliran di beberapa sungai. Seiring pesatnya pertumbuhan penduduk, tidak dapat dipungkiri lagi akan berpengaruh pada kondisi aliran sungai.
“Semakin hari semakin tercemar yang kemudian menuntut tindakan nyata dari komponen masyarakat untuk melakukan upaya sederhana berupa tidak membuang sampah di sungai melakukan reboisasi di sekitar sungai, dan secara rutin atau berkala dalam gotong royong, mengendalikan pencemaran air sungai dan membersihkan sungai dari sampah,” ajaknya.(baz)

Baca Juga:  Kadin Indonesia Dukung HAG Bangun Perekonomian Sulut
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional