Menu

Seminar di Unsrat, Sido Muncul Kenalkan Obat Herbal ke Kalangan Kedokteran

  Dibaca : 59 kali
Seminar di Unsrat, Sido Muncul Kenalkan Obat Herbal ke Kalangan Kedokteran
Para pembicara dalam seminar herbal bertema “Memanfaatkan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat” yang digelar Sido Muncul di Auditorium Unsrat, Sabtu akhir pekan lalu.

MANADO — Indonesia patut berbangga karena merupakan salah satu negara megadiversitas terbesar di dunia. Karena, dari 40 ribu spesies tanaman obat di dunia, sekitar 30-an ribu spesies berada di Indonesia. Demikian siaran pers PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk., dari jumlah ada 9.600 spesies di antaranya memiliki khasiat obat, tapi baru 200-an spesies dimanfaatkan sebagai obat tradisional.
Menurut data WHO 2005 diperkirakan sebanyak 75-80 persen penduduk dunia pernah menggunakan obat-obatan herbal. Sehingga saat ini para praktisi medis dan farmasi terus melakukan penelitian lebih lanjut untuk mendalami dan membuktikan tingkat keberhasilan obat-obatan herbal yang disebut dengan herbal medik.
“Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang herbal perlu terus dilakukan oleh pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat yaitu saintifikasi jamu dalam hal ini penelitian berbasis kesehatan,” kata lrwan Hidayat selaku Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.
Sido Muncul pun seminar herbal yang bertema “Memanfaatkan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat” sebagai upaya untu menyosialisasikan obat herbal. Seminar yang digelar di Auditorium Unsrat, Sabtu (6/10/18), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran dan Farmasi Unsrat Manado, lkatan Dokter Indonesia (IDI), serta lkatan Apoteker Indonesia. Seminar diikuti oleh 300 peserta dari kalangan kedokteran, peneliti, mahasiwa, dan masyarakat umum di Manado.
Di sesi pertama, sebagai pembicara, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI Dra Rr Maya Gustina Andarini, Apt MSc menyatakan bahwa segala obat-obatan herbal silahkan disebarluaskan bila telah mengantongi izin edar karena telah melalui serangkaian uji, termasuk uji toksisitas.
“Banyak obat herbal yang beredar saat ini belum melalui uji kelayakan edar, dan kami monitor dijual online. Tapi yang diproduksi Sido Muncul, sebelum dijual bebas pasti melalui uji dulu,” kata Andarini.
Sementara Dr dr Ina Rosalina SpA (K) MKes MHKes, Direktur Pelayanan kesehatan Tradisional Kemenkes RI mengatakan sebenarnya rata-rata orang Indonesia itu sudah pernah menggunakan herbal sebagai obat maupun hanya sebagai penjaga stamina tubuh.
“Masing-masing daerah memiliki local wisdom tersendiri tentang obat herbal. Dan, sebisa mungkin local wisdom itu dijaga,” katanya.
lrwan Hidayat dalam materi Industri Herbal Berbasis Good Manufacturing Practices (GMP) mengatakan, melalui seminar herbal seperti ini diharapkan akademisi kedokteran terdorong untuk terus melakukan penelitian tanaman obat secara ilmiah, tidak hanya bergantung kepada obat modern yang berbasis kimia.
“Selain itu, lewat seminar ini kami juga ingin dunia kedokteran mendapat wawasan mengenai industri jamu, penelitian yang kami lakukan untuk mengembangkan produk, dan penggunaan jamu untuk pelayanan kesehatan,” ujar Irwan.
Lanjutnya, seperti halnya produk Tolak Angin, Sido Muncul telah melakukan berbagai penelitian, yaitu Uji Toksisitas dan Uji Khasiat dengan Universitas Sanata Dharma dan Universitas Diponegoro. Hasilnya, minum Tolak Angin dalam jangka panjang tidak menimbulkan efek samping jika diminum sesuai dosis anjuran (tidak menimbulkan efek toksit bagi organ tubuh).
“Tahun 2007 Tolak Angin telah mendapatkan sertifikat Obat Herbal Terstandar (OHT) dari Badan POM RI,” kata Irwan.
Sementara di sesi ke-2, seminar menampilkan Prof Dr Edi Dharmana MSc PhD SpPark selaku lmunolog Peneliti Herbal, Guru Besar Universitas Diponegoro dengan materi “Uji Manfaat Tolak Angin”; lpang Djunarko SSi MSc Apt dari Fakultas Farmasi Universitas Sanatha Dharma dengan materi “Uji Toksisitas Subkronis Tolak Angin Cair”; dan Prof Dr Herny E Simbala MSi dari Universitas Sam Ratulangi yang membawakan materi Anti Kanker Berbasis Ekstrak Pinang Yaki (Areca Vestiaria).
Yuyun, Humas PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. mengungkapkan, Seminar Herbal di Manado ini merupakan seminar ke-42 kali yang diselenggarakan Sido Muncul sejak 2007 di 34 kota. Kota lain yang juga pernah dilaksanakan seminar herbal adalah Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Ungaran, Yogyakarta, Medan, Lampung, Pekanbaru, Padang, Palembang, Solo, Makassar, Surabaya, Jombang, Batam, Magelang, Banjarmasin, Bali, Malang, dan Pontianak.(baz)

Baca Juga:  Pilih Independen, Adhyaksa Dault Sudah Kantongi 120 Ribu KTP

.

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional