Menu

Waspada Virus Kolera, Mamahit: Uji Kelayakkan Daging Kita Intensifkan

  Dibaca : 232 kali
Waspada Virus Kolera, Mamahit: Uji Kelayakkan Daging Kita Intensifkan

MANADO — Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, tingkat komsumsi daging dipastikan melonjak, apalagi daging babi. Dan tentunya ini akan berdampak pada meningkatnya pasokan daging dari luar daerah, yang bukan tidak mungkin akan luput dari pengawasan tim Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP), terkait kelayakan komsumsi.

Imbasnya, ancaman virus kolera pun kian terbuka. Kabid Peternakan di Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Heskie Mamahit, tidak menampik hal ini.

Namun dikatakannya, sejauh ini pihaknya belum menemukan ada daging babi yang diperjual belikan, telah terkontaminasi virus kolera.

“Sejauh ini semuanya bersih alias tidak mengandung virus kolera, termasuk formalin,” kata Mamahit.

Meski begitu, ia memastikan akan meningkatkan pengawasan menjelang hari raya ini.

“Tentunya intensitas di lapangan yang akan kita tingkatkan mengingat sudah pasti pasokan akan meningkat,” sebutnya.

Disatu sisi, ia meminta warga untuk tidak sembarang membeli daging.

“Belilah daging yang sudah melewati tahapan uji kelayakan (di pasar dan supermarket), karena sudah pasti itu aman untuk dikonsumsi,” serunya.

“Jangan sembarangan beli daging yang dijual di pinggiran jalan,” sarannya sembari mengimbau para penjual daging untuk mengedepankan higinitas.

Sementara itu, Kadis Pertanian, Kelautan dan Perikanan Nolfie Talumewo mengungkapkan, Kota Manado memiliki rumah potong hewan (RPH) yang terletak di Kelurahan Kumaraka dan Kelurahan Bailang.

“Salah satu fungsi dari RPH ini adalah memastikan daging yang dipasok ke pasar aman untuk dikonsumsi, karena sebelum dipotong, sudah melewati tahapan pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan,” beber Talumewo.

Ia juga mengimbau kepada para penjual daging untuk membawa hewan ke RPH untuk diperiksa, sebelum dipasarkan.

“Ini demi kesehatan kita semua,” ujarnya.

Sementara, disinggung soal virus kolera pada daging babi, ia menyebutkan, sejauh ini belum ditemukan di Kota Manado.

“Itulah kenapa kita perlu gunakan RPH, karena salah satunya untuk mendeteksi virus kolera. Dan kita patut bersyukur sampai hari ini tidak ditemukan kasusnya. Dan mudah-mudahan seterusnya tetap aman,” kuncinya. (int)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional