Menu

Kementerian PUPR Sulut Tanam Pohon di Embung Wanua Ure

  Dibaca : 273 kali
Kementerian PUPR Sulut Tanam Pohon di Embung Wanua Ure


MINUT — Jajaran Kementerian PUPR di Sulut dan sejumlah pegiat pecinta lingkungan melakukan penanaman pohon di kawasan Embung Wanua Ure, Minahasa Utara, Selasa (17/12/18). Penanaman pohon ini dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) serta rangkaian Hari Bakti PU ke-73 dan HUT ke-19 Dharma Wanita.
Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya Ir. Didiet Arief Akhdiat, MSi ketika membacakan sambutan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan cepatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia mengakibatkan masifnya alih fungsi lahan, baik untuk kawasan pemukiman maupun kegiatan ekonomi. Hal ini berimplikasi pada kegiatan penebangan pohon secara liar yang berdampak pada kelestarian lingkungan. Kata Menteri, berdasarkan Climate Change Performace Index (CCPI), di 2018 ini Indonesia turun peringkat ke-38 dari posisi 37 tahun lalu.
“Dalam rangka meningkatkan kelestarian lingkungan, Kementerian PUPR mendukung kebijakan yang lebih ketat terkait deforestasi. Salah satunya adalah dengan mengimplementasikan kegiatan menanam pohon,” kata Menteri Basuki dalam sambutan.

Disebutkan juga, tema HMPI 2018 “Menanam Pohon Bagi Penyelematan Lahan dan Air” mengandung pesan bahwa saat ini yang jadi salah satu penyebab bencana seperti banjir, longsor, maupun kekeringan adalah karena penebangan pohon sebagai konservasi.
“Bencana tentunya mengakibatkan kerugian material dan immaterial yang ditanggung oleh masyarakat dan negara. Untuk itu upaya menanam pohon merupan hal yang sangat penting agar lahan dan air dapat lebih bermanfaat bagi mahluk hidup,” kata Didiet, mengutip sambutan Menteri.

Disebutkan juga, penanaman pohon ini dilaksanakan serentak di 34 provinsi yang dipelopoti Kementerian PUPR bersama DWP PUPR dan Pokja Revitalisasi GN-KPA. “Gerakan ini merupakan salah satu aksi konkrit untuk memulihkan kondisi daerah aliran sungai, sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk lebih aktif menanam pohon, dan merawatnya. Banyak manfaat yang kita peroleh bila lingkungan kita banyak pohon,” kata Menteri.
Sementara Gubernur Olly Dondokambey yang diwakili Kadis Pertanian dan Peternakan Sulut Novly Wowiling mengatakan, menanam pohon berarti kita berandil meningkatkan produktivitas alam dan kelestarian lingkungan sebagai upaya mengantisipasi perubahan iklim global, degradasi hutan dan lahan.
“Upaya ini juga untuk mengembalikan keseimbangan siklus hidrologi pada sungai, situ, danau, embung, dan waduk, serta sumber air permukaan lainnya,” kata Gubernur

Katanya, penanaman dan pemeliharaan pohon akan terbentuk ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sehat dan berfungsi dalam menopang dinamika pembangunan Sulut. Sebab, kerusakan DAS berdampak multidimensi yang cakupannya luas dan berpengaruh terhadap ketahanan air, pangan, dan energi.
“Pendangkalan danau dan sungai yang berfungsi vital untuk pengairan, pengendalian banjir serta pembangkit listrik akan menganggu roda perekonomian dan menurunkan tingkat penghidupan masyarakat,” katanya.
“Kegiatan penanaman pohon sebagai salah satu strategi yang tidak berdiri sendiri dalam pemulihan DAS. Untuk itu saya minta bupati, wali kota, seluruh stakeholder untuk waspada dan turut membantu mewujudkan early warning system dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya,” tandas Gubernur seraya menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Kementerian PUPR yang telah memelopori kegiatan penyelamatan lingkungan ini.
Sedangkan Plh. Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Jacklin Tahar dalam laporannya menyebutkan penanaman pohon ini serentak di 34 provinsi dengan target 100 ribu pohon. Saat ini telah terkumpul 129.389 anakan pohon yang terdiri dari tanaman keras, buah, dan mangrove. 36.818 anakan pohon telah ditanam pada penyelenggaraan Hari Air Dunia 2018 dan kegiatan DWP Kementerian PUPR 2018, dan sisanya 92.571 pohon akan ditanam di lahan-lahan kritis, DAS, tepian jalan, dan pantai.
“Di Sulawesi Utara juga ada ribuan bibit pohon yang akan ditanam di beberapa lokasi, termasuk 200 anakan pohon di Embung Wanua Ure, Airmadidi, Minut ini,” kata Jacklin.
Meski cuaca hujan dan angin yang melanda sebelum dan sementara berlangsung kegiatan, tak menyurutkan hasrat para hadirin berpartisipasi menanam pohon di Embung Wanua Ure. Yang turut hadir antara lain Bupati Minut Vonnie Panambunan, Kepala BPJN XV Manado Triono Junoasmono, Satker PSPAM Sulut yang juga Koordinator Satker Cipta Karya Sulut Chalid Saleh, Satker Bangkim Sulut Alfrits Makalew, Satker OP BWSS 1 Ellen Cumentas dan jajaran, Satker PJPA BWSS 1 Janeny Mamoto dan jajaran, keluarga besar BWSS 1, serta para pecinta lingkungan dari sejumlah sekolah sungai di Sulut.(baz)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional