Menu

Praperadilan Diterima, Ketua PKB Sulut Bebas Jeratan Hukum

  Dibaca : 139 kali
Praperadilan Diterima, Ketua PKB Sulut Bebas Jeratan Hukum
PUTUSAN: Sidang saat digelar di PN Manado terkait praperadilan penetapan tersangka Greetty Tielman, yang dilakukan Polda Sulut, Kamis (20/12/18).

MANADO — Permohonan praperdilan yang diajukan Greetty Tielman, dikabulkan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Kamis (20/12/18). Artinya, Greetty tak lagi menyandang status tersangka atas dugaan korupsi rehabilitasi gedung Hall B KONI Sario.
“Mengabulkan permohonan prapedilan pemohon (Greetty) untuk sebagian. Menyatakan penetapan tersangka pemohon (Gretty) oleh termohon (Polda Sulut), telah dilakukan secara melawan hukum dan tidak sah,” kata Hakim tunggal, Halidja Wally.

Dalam putusan, Hakim juga memerintahkan Polda Sulut untuk mengeluarkan Greetty di dalam rumah tahanan Polda Sulut. “Memerintahkan kepada termohon (Polda Sulut) untuk menghentikan penyidikan terhadap pemohon (Greetty) sebagai tersangka,” ujar Hakim.

Salah satu pertimbangan Hakim, yakni melalui saksi dan bukti-bukti yang diajukan. Diantaranya, Gretty hanya meminjamkan uang kepada Tersangka SN Alias Salim selaku kuasa direktur PT Mitra Sejahtera Mulia. Hal lain, nama Greetty tak tak satu pun tercantum dalam berkas proyek rehabilitasi gedung Hall B KONI Sario.

Diketahui, Gretty ditetapkan tersangka oleh Polda Sulut, Kamis (18/10/18) lalu. Perempuan yang juga menjabat Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulut itu, disangka terlibat korupsi rehablitasi gedung Hall B Koni Sario, 2015. Polda Sulut juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka, dalam Proyek berbanderol Rp2,3 miliar. Kerugian negara ditaksir dalam proyek ini mencapai lebih dari Rp1,3 miliar. (air)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional