Menu

5 Advokat Siap Polisikan Oknum Ketua Organisasi Advokat di Sulut

  Dibaca : 136 kali
5 Advokat Siap Polisikan Oknum Ketua Organisasi Advokat di Sulut
Ilustrasi

MANADO – Lima advokat asal Sulawesi Utara (Sulut), rencananya melaporkan ke polisi lelaki FHW. Hal itu terkait, tak dikembalikannya uang muka dalam proses administrasi pengangkatan dan pengambilan sumpah sebagai advokat. Mereka yang akan melapor yakni Petronella Sundah SH, Theodorus Supit SH, Rizki Egeten SH, Stenly Walukow, dan Supratman Baluntu SH.
Petronella Sundah menjelaskan, FHL yang memimpin salah satu organisasi Advokat di Sulut, menjanjikan pelantikan sebagai advokat. Untuk prosesnya, setiap calon advokat, dikenakan Rp8 juta. “Sebagai uang muka dalam proses adminstrasi, empat orang memberikan 11 juta, dan satunya Rp3 juta lewat transfer ke rekening dia (FHL). Semua itu ada bukti seperti kwitansi,” jelasnya, saat ditemui Kamis (27/12/18).
Pelantikan yang dijanjikan FHL akan berlangsung Juni 2018, di Pengadilan Tinggi. Namun, kata Petronella, pada hari yang ditentukan,kelimanya tak kunjung dilantik. “Pelaksanaan katanya di bulan Juni 2018. kemudian beberapa kali tertunda hingga tidak ada gelaran penyumpahan,” ujarnya.
Lebih lanjut Petronella membeberkan, nama-nama mereka tak pernah ada di induk organisasi yang dinaungi FHL. Bahkan berkas mereka tak dikirim. “Tanggal 15 November 2018, saya lapor dan telepon langsung cek ke Pusat. Ternyata tidak ada berkas nama nama kami dari Sulut,” ungkapnya.
“Kami berharap agar uang panjar bisa kembali utuh. Kami sudah telepon dan dijanjikan akan dikembalikan, tapi hingga saat ini dia (FHL) tidak ada itikad baik mengembalikan,” kunci Petronella.
Terpisah, FHW ketika dimintai tanggapan melalui WhatsApp, 08128036XXXX, menanggapi hal tersebut. Ia menjelaskan, uang administrasi dipakai operasional pengurusan berkas. “Ya, kita menunggu. Ini sudah pencemaran nama baik organisasi juga ini. Ada surat pemberhentian kok, ada surat,” katanya.
“Terus apa yang mau dituntut? Kita bias mempertanggung jawabkan semua. Uang mereka selama proses verifikasi, pergi pulang Manado Jakarta, apakah bukan duit keluar itu, “sambungnya.
FHW menambahkan, uang-uang organisasi untuk dipakai verifikasi punya bukti pengeluaran. “Uang ini, uang organisasi yang sudah dipakai untuk verifikasi dan ada bukti semua. Cuma mau mereka kepentingan, tidak melihat kondisi organisasi. Kemudian mereka minta mundur, ketika berkas verifikasi disetujui. Mereka cabut berkas di PT, dan kembali lagi di organisasi lain,” pungkas FHW. (air)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional