Menu

Lantaran Tomat, Manado Inflasi 2,60%

  Dibaca : 28 kali
Lantaran Tomat, Manado Inflasi 2,60%


MANADO — Setelah mengalami deflasi yang cukup dalam  pada April 2019, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara di Mei lalu Kota Manado mengalami inflasi cukup tinggi, yakni sebesar 2.60 persen. Inflasi Mei ini terbesar disumbangkan oleh tomat sayur.

Tomat sayur

Kepala BPS Sulut, Ateng Hartono mengatakan inflasi tahun kalender di Manado menjadi 1,14 persen, sementara secara year to year (Mei 2018-Mei 2019) sebesar 2,11 persen. Inflasi Mei 2019 ini merupakan angka inflasi tertinggi di Sulut.

“Inflasi Manado pada Mei 2019 disebabkan adanya peningkatan indeks pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 12,88 persen. Diikuti oleh kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,67 persen. Sementara kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0.12 persen,” kata Hartono saat pemaparan Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Sulut, Senin (10/06/19) lalu.

Selain tomat sayur yang menyumbang inflasi sebesar 2,13 persen, kata Hartono, cabai rawit juga lumayan besar andilnya, yakni 0,3847 persen. Ada juga pepaya 0,0791 persen, dan cakalang 0,0776 persen.

Ateng mengungkapkan di Minahasa—produsen utama tomat sayur untuk Sulut—komoditas rempah ini justru mengalami penurunan harga. “Tim kami melihat tomatnya malah dibiarkan oleh petani. Mungkin saja karena tidak adanya serapan industri pengolahan,”  ungkap Hartono.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Arbonas Hutabarat dalam rilis resminya menjelaskan inflasi Mei ini didorong oleh koreksi harga bahan makanan. “Ditinjau dari penyebabnya, salah satu komoditas utama penyumbang inflasi yang menunjukkan koreksi harga cukup tajam adalah tomat sayur dengan kontribusi inflasi pada bulan berjalan sebesar 2,130%,” tulis Arbonas Hutabarat dalam rilis berita BI.

Dijelaskan juga bahwa berkurangnya insentif petani untuk memanen komoditas tomat sayur menjadikan harganya melonjak. Kondisi itu sebagai akibat dari deflasi yang terjadi di tiga bulan terakhir.

“Hingga menyebabkan kelangkaan stok di tengah peningkatan permintaan di Bulan Ramadan,” jelasnya.

Menurut Arbonas, meski tekanan inflasi Mei terbilang tinggi namun BI Sulut yakin laju inflasi tahunan 2019 masih akan berada di rentang aman 3+_ 1%. Namun demikian Arbonas meminta seluruh pihak terkait memberi perhatian serius terhadap tiga komoditas bahan makanan yang jadi langganan penyebab inflasi tinggi, yakni bawang, rica (cabe rawit), dan tomat (Barito).

“Barito tetap menjadi prioritas pengendalian inflasi di Sulut, karena ketiga komoditas itu menjadi penyebab tingginya volatilitas (kejutan) inflasi di Sulut,” kata Arbonas seraya memperkirakan Juni masih akan mengalami inflasi karena pengaruh kenaikan harga-harga di awal Juni jelang Idul Fitri.(baz)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional