Menu

Punuh: Nantinya Guru Minimal S2

  Dibaca : 44 kali
Punuh: Nantinya Guru Minimal S2

MANADO – Dinas Pendidikan Daerah Sulut mengakui penurunan peringkat pendidikan berkaitan dengan hasil ujian nasional 2019 untuk SMA dan SMK. Namun demikian, hasil yang diperoleh siswa ujian di Sulut itu adalah murni.

Kadis Dikda Sulut, Grace Punuh

“Derajat integritas hasil ujian siswa SMA dan SMK sangat tinggi, kemungkinan sudah 100 persen. Tapi, kami tetap akan benahi kekurangan agar peringkat kita makin baik,” kata Kadis Dikda Sulut, Grace Punuh.   

Pembenahan, kata Punuh, akan meliputi segala aspek meski secara bertahap. Yakni, sarana dan prasarana pendidikan, kompetensi guru, hingga kompetensi kepala sekolah dan pengawas.

“Peningkatan kualitas guru menjadi program utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Ke depan akan dilakukan Uji Kompetensi Guru (UKG),” ujarnya.

Ditambahkan pula, Dikda akan banyak menggelar pelatihan atau TOT guru, dan dilatih di luar daerah. “Kita masih banyak guru yang hanya sarjana. Ke depan guru minimal S2. Kita belajar dari Yogya yang peringkat pendidikannya teratas,” tukas Punuh. “Dalam jangka pendek ini guru yang baru lulus pendidikan sarjana dengan gelar SPd, harus tambahan pendidikan lagi minimal satu tahun untuk peningkatan kompetensi,” tambahnya.

Berkaitan dengan keluhan masyarakat soal sekolah unggulan yang hanya bisa diakses oleh kalangan tertentu, menurutnya, sudah tidak ada lagi. Pemprov Sulut dalam memeratakan akses pendidikan SMA  telah melaksanakan sistem zonasi. Sehingga tidak ada lagi istilah sekolah unggulan.

“Sistem zonasi khusus SMA Negeri berarti semua anak sekitar sekolah bisa sekolah. Meski demikian disiapkan kuota 5 persen khusus siswa berprestasi di luar zonasi sekolah tersebut,” ujar Punuh.(baz)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional