Menu

Esok, Presiden Mendadak ke Sulut

  Dibaca : 51 kali
Esok, Presiden Mendadak ke Sulut
Rapat persiapan kedatangan Presiden Joko Widodo ke Sulut yang digelar Gubernur bersama sejumlah SKPD dan instansi vertikal, kemarin sore. (foto: FB (Lexi Mantiri)

Diplomasi Ayam Bakar Olly-Jokowi

MANADO — Presiden Joko Widodo (Jokowi) rencananya akan berkunjung ke Sulut, Kamis (4/7/19). Kunjungan Jokowi ini terbilang mendadak karena tidak ada agenda resmi yang dijadwalkan sebelumnya.

Selasa (2/7/19) pagi telepon genggang Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE berdering. Penelponnya: Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Secepatnya OD—sebutan akrab Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan—mengangkat telepon itu. Setelah berbasa-basi sebentar, Pram—begitu mantan Sekjen DPP PDIP itu biasa disapa—menyampaikan informasi bahwa Presiden RI Joko Widodo akan berkunjung ke Sulawesi Utara. Terlihat OD kaget.

Sesungguhnya, kunjungan Jokowi ke Bumi Nyiur Melambai bukanlah peristiwa luar biasa. Jokowi yang terpilih kembali di periode kedua ini, sudah beberapa kali berkunjung ke Sulut. Yang mengejutkan, menurut OD, kunjungan kali ini terbilang mendadak.

“Presiden Jokowi direncanakan tiba di Sulut hari Kamis atau Jumat, minggu ini,” ungkap OD, seperti diceritakan orang dekatnya. Lagi pula, tambah OD, tidak ada agenda resmi kepresidenan di Sulut.

Usai berbicara dengab Seskab, OD langsung memerintahkan kepada Sekprov Sulut Edwin Silangen untuk menyiapkan rapat koordinasi. Usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Sulut, kemarin siang, di ruang kerja Gubernur, rapat mendadak digelar. Dihadiri sejumlah pimpinan SKPD dan pejabat instansi vertikal. Tampak Kadis PUPR Steve Kepel, Kepala BPKAD AG Kawatu, Kadis Perhubungan Lynda Watania, Kadis Kehutanan Roy Tumiwa, dan Kadis Perindag Jenny Karouw, serta Karo Protokol dan Humas Dantje Lantang.

Sedangkan dari instansi vertikal hadir Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV SulutGo Triono Junoasmono, Kepala Balai Sungai Sulawesi I Moh. Silahuddin, perwakilan Angkasa Pura, Pelindo, dan pimpinan Imigrasi.

Instansi-instansi yang diundang hadir ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, OD ditanyai Jokowi soal siapa saja menteri terkait yang diharapkan hadir. Usut punya usut, ternyata beberapa waktu lalu, saat OD bertemu dengan Jokowi di suatu kesempatan, Presiden sempat mengutarakan keinginannya untuk berkunjung ke Sulut. “Waktu itu Pak Presiden sampaikan ke saya, akan berkunjung ke Sulut. Tapi saya bilang, ‘Pak dalam rangka apa? Soalnya tidak ada agenda’. Saya pikir, kalau peresmian tol (Manado-Bitung), tidak mungkin karena masih beberapa bulan lagi,” ungkap Olly di hadapan pejabat SKPD dan instansi vertikal.

Menurut OD, mendapat jawaban begitu, Presiden langsung menimpali: “Saya mau makan di Sulawesi Utara. Mau makan ayam bakar. Kan ikan ayam di sana enak,” ujar Jokowi sambil tertawa.

Awalnya, penyampaian Jokowi tersebut diakui OD terkesan basa-basi atau hanya berkelakar. “Soalnya pada saat ketemu itu, saya bilang ke Pak Presiden ‘tolong dibantu daerah saya’,” kenangnya. Kala itu OD diundang Jokowi ke Istana Negara pasca-Pilpres. Di Pilpres lalu, Sulut termasuk salah satu provinsi yang pasangan Joko Widodo-Maruf Amin menang telak.

Pada saat itu, OD menyampaikan salah satu program prioritas di Sulut adalah bidang pariwisata. Katanya, pariwisata adalah prime mover untuk sektor-sektor lainnya. “Tujuannya agar terjadi pertumbuhan ekonomi dan masyarakat bisa merasakan dampaknya,” tukasnya.

Menurut Olly, menilik kondisi geografis Sulut dan potensi yang ada, daerah ini adalah daerah jasa. Itu sebabnya pembangunan industri jasa di bidang pariwisata adalah skala prioritas.

Apa kaitannya pariwisata Sulut dengan kunjungan Jokowi ke Sulut—yang mendadak ini? Apalagi OD tidak meminta Menteri Pariwisata untuk hadir. Dipaparkan OD, sejak dicanangkan pariwisata sebagai sektor unggulan, Sulut telah banyak dibantu oleh pemerintah pusat.

“Kunjungan ribuan turis China ke Sulawesi Utara bisa jadi karena pengurusan izin dan lain-lain dipermudah,” bebernya. Dampak kunjungan turis itu mulai terasa. Dunia jasa makin bergairah dan menjanjikan. Tapi perhatian terhadap sektor itu tidak bisa hanya sesaat tapi harus kontinyu.

“Kan untuk menjadikan destinasi wisata bukan perkara gampang atau cepat. Tapi butuh proses karena sifatnya jangka panjang,” kata OD. Apalagi tidak sedikit kendala yang dihadapi untuk memajukan dunia pariwisata. Selain sisi administratif, tapi juga infrastruktur. Termasuk dukungan dari pemerintah kabupaten dan kota.

“Karena itu, saya minta kepada instansi vertikal dan SKPD segera menyusun program kerja yang akan diusulkan kepada Presiden. Kira-kira untuk menunjang program pariwisata ini kita butuh apa. Karena mumpung Presiden yang minta langsung ke kita, apa-apa yang bisa dibantu,” jelas suami tercinta Ir. Rita Maya Tamuntuan ini.

Pada rapat itu terungkap ada beberapa program yang akan diusulkan ke Presiden Jokowi. Di sektor transportasi yakni pembangunan Pelabuhan Manado dan penambahan panjang landasan Bandara Sam Ratulangi, serta tempat khusus pesawat TNI Angkatan Udara.

“Pelabuhan Manado kan sudah pernah disampaikan ke Presiden, tinggal dieksekusi. Termasuk kalau landasan ditambah 150 meter, pesawat besar seperti Aibus 330 bisa landing,” paparnya. “Bukan tidak mungkin, makin banyak pesawat komersil dari luar negeri transit di sini. Contoh Qatar Airways sudah menjanjikan, asalkan landasan memungkinkan,” tambahnya.

Selain itu infrastruktur yang akan diajukan yakni lanjutan Tol Manado-Bitung yakni Tol Amurang-Airmadidi dan percepatan pembangunan Kawasan Pariwisata di Likupang, termasuk juga Kawasan Ekonomi Khusus Bitung. “Karena Pak Jokowi bersama menteri-menteri akan meninjau langsung lokasi-lokasi itu,” imbuhnya.

Menariknya, di penghujung rapat pimpinan Balai Jalan sempat menginformasikan ke OD soal tidak masuknya Kawasan Pariwisata Likupang ke program prioritas pemerintah pusat. Padahal tahun sebelumnya sudah masuk. Mendapat info itu, Gubernur langsung berinisiatif menelpon Menteri PPN/Kepala Bapennas Bambang Brodjonegoro dan mempertanyakan serta meminta agar program tersebut dimasukkan kembali. Permintaan OD langsung direspon positif. “Pak Gubernur langsung telepon Pak Menteri Bappenas, dan dikasih loudspeaker sehingga kami semua dengar,” ungkap salah satu peserta rapat.

Sebelum mengakhiri rapat OD mengatakan bahwa perhatian dari Presiden Jokowi ini patut disyukuri. Alasannya, Sulut merupakan salah satu daerah yang mendapat perhatian dari pemerintah pusat. “Ini bukti sinergitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Apa-apa yang dibutuhkan daerah langsung diminta saja,” pungkasnya.

Moga-moga Jokowi bisa menikmati hidangan makanan khas Manado khususnya menu ayam bakar, yang akan dinikmati di meja makan. Karena konon salah satu diplomasi paling ampuh adalah diplomasi meja makan. (lex/baz)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional