Menu

Banyak BUMDes di Sitaro Mati Suri, Ratusan Juta Kans Embang

  Dibaca : 72 kali
Banyak BUMDes di Sitaro Mati Suri, Ratusan Juta Kans Embang

IPSITARO — Dari total sekira 60-an Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada di Kabupaten Sitaro, hanya separuh yang masih aktif.

Sedangkan sisanya sudah mulai kabur, bahkan adanya yang tak nampak lagi kegiatannya.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Sitaro, Marlon Dalentang SSos, tidak menampik hal itu.

“Dari pantauan kami sejauh ini, tinggal tiga puluan BUMDes yang masik aktif, atau bisa dibilang tinggal lima puluh persen,” kata Dalentang.

Menariknya, ia menyebutkan jika BUMDes yang mati suri rata-rata adalah adalah kegiatan simpan pinjam.

“Rata-rata hanya eksis tiga empat bulan, selanjutnya sudah tidak lagi,” bebernya.

Akan kondisi ini, ia menyebutkan jika tahun depan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan BUMDes.

“Evaluasi akan kita lakukan, mengingat modal awal yang digunakan merupakan uang negara, sehingga patut dipertanggungjawabkan,” sebutnya sembari menambahkan, evaluasi bukan hanya kepada para kapitalau, tapi juga termasuk struktur kepengurusannya.

Sementara itu, salah seorang warga nasabah BUMDes simpan pinjam di salah satu kampung di Siau ketika dimintai komentarnya oleh wartawan harian mengatakan, uang yang dijadikan simpan pinjam itu adalah uang negara/uang rakyat yang salah satu sumbernya adalah pajak yang dibayar oleh rakyat.

“Artinya, tidak salah jika kemudian ada masyarakat yang belum bisa mengembalikan dana pinjaman yang dijadikan modal usaha, ketika modal yang dirintisnya gagal,” ujarnya.

“Toh, kegiatannya jelas, hanya saja belum berhasil. Daripada dikorupsi oleh para pejabat di pusat, lebih baik diberikan kepada masyarakat dalam bentuk modal seperti ini, walaupun mungkin ada masyarakat yang gagal merintis usahanya,” tambahnya lagi.

Terpisah representasi pemuda Tagulandang, Billy Manoppo, ketika dimintai komentarnya mengatakan bahwa untuk masalah ini sebaiknya pihak pengelolah BUMDes dan para nasabah peminjam duduk bersama guna mencari solusi.

“Benar sumbermya memang dari pajak, tetapi yang namanya pinjaman wajib hukumnya dikembalikan,” kata Manoppo.

Di sisi lain, dirinya juga mengharapkan agar pengurus BUMDes tidak bertindak layaknya rentenir yang hanya tau memeberi pinjaman dan meminta setoran, namun juga harus memantau para nasabah yang meminjam termasuk usaha apa yang dibuat.

“Para pengurus hendaknya bisa jadi mentor bagi nasabah, jika ada usaha mereka yang gagal, dapat memberi masukan guna kemajuan sang nasabah, karena jika usaha mereka berhasil pastinya sama-sama senang,” sarannya.

Di lain sisi, dirinya juga mengharapkann agar ke depan jika ada pembentukan pengelola BUMDes, wajib dilakukan pelatihan ssehingga ada inovasi baru, sehinga tak hanya simpan pinjam yang jadi program kerja BUMDes itu sendiri. (gus)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional