Menu

Apes… Bertahun-tahun Mengabdi, Sejumlah Guru Honor di Manado Dihapus dari Daftar Penerima Insentif

  Dibaca : 55 kali
Apes… Bertahun-tahun Mengabdi, Sejumlah Guru Honor di Manado Dihapus dari Daftar Penerima Insentif

IPMANADO — Nasib kurang beruntung dialami sejumlah guru honorer di Kota Manado, Sulut.

Betapa tidak, bertahun-tahun mencerdaskan grnerasi penerus dengan gaji seadanya yakni Rp300-Rp500 ribu, namun giliran ada program pemberian insentif melalui APBD, nama mereka mendadak hilang dari daftar.

Tidak heran jika kemudian kondisi ini mendapat perhatian Komisi IV DPRD Kota Manado selaku mitra kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado.

Sekretaris Komisi IV, Sonny Lela, mengaku prihatin. Bahkan, politisi Golkar ini mengaku sangat menyayangkan adanya kebijakan penghapusan nama dari daftar tersebut.

“Mestinya jangan langsung melakukan penghapusan. Kasihan mereka sudah mengabdi bertahun-tahun dengan rela menerima gaji tiga ratus (Rp300) ribu sampai lima ratus (Rp500) ribu, namun giliran ada perhatian dari pemerintah kota lewat pemberian insentif, nama mereka justru diganti dengan orang-orang baru,” ungkap Lela.

Oleh karena itu, ia mengimbau dinas terkait untuk membuat kebijakan cerdas yang tidak menyakiti hati para honorer tersebut.

“Toh, masih ada solusi lain yang bisa diambil. Misalnya, memberi kesempatan kepada mereka (guru honorer) untuk studi lanjut dengan limited waktu tertentu. Nanti ketika mereka tidak laksanakan kebijakan itu, barulah nama mereka dihapus,” sebutnya.

Bagaimanapun, sambung Legislator Dapil Singkil-Mapanget ini, para honorer ini patut diapresiasi. Karena menurutnya, mereka juga telah banyak berkontribusi bagi pendidikan di Ibukota Sulut.

“Kalau tidak ada mereka selama ini, siapakah yang mengisi kekosongan saat Kota Manado kekurangan guru. Oleh karena itu, selaku wakil rakyat yang di dalamnya juga ada para guru honorer ini, saya meminta Pemkot Manado dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat kebijakan yang terkesan tidak memihak ke honorer,” serunya.

Akan hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado melalui Sekretaris Dinas, Nortje Mengko, mengungkapkan jika penghapusan nama-nama sejumlah honorer tersebut, tidak ada unsur like dan dislike.

“Undang-undang menginstruksikan yang mana honorer yang mendapat insentif minimal berpendidikan sarjana, oleh karena itu, mereka yang belum sarjana sangat berpeluang tak terakomodir dalam program tersebut,” terang Mengko.

Meski begitu, pihaknya juga mengaku masih akan melakukan kajian lanjutan.

“Sejauh ini belum ada penetapan soal siapa saja yang akan ter-cover dalam program tersebut, sehingga kita masih punya kesempatan untuk melakukan pertimbangan-pertimbangan lagi,” sebutnya sembari berharap tidak ada yang dikecewakan nantinya manakala program pemberian insentif yang digagas Wali Kota GS Vicky Lumentut ini dilaksanakan.

Sekadar diketahui, pemberian insentif kepada honorer hanya berlaku bagi mereka yang mengabdi di sekolah negeri. (ein)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional