Menu

PLN Berhasil Terangi Uelincu dan Panjoka di Hari Kemerdekaan

  Dibaca : 31 kali
PLN Berhasil Terangi Uelincu dan Panjoka di Hari Kemerdekaan
Bupati Poso secara simbolis menyalakan listrik di Kantor Desa Uelincu

POSO — HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2019, menjadi momen terindah warga Desa Uelincu dan Desa Panjoka, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Dua desa yang lumayan dekat dari PLTA Poso, itu akhirnya ‘merdeka’ setelah PLN berhasil memasukkan listrik ke dua desa tersebut, dan dioperasikan bertepatan di HUT Kemerdekaan.

Menurut Manajer PLN UP2K Sulawesi Tengah, Robert Weku dalam kesempatan pernyalaan listrik di dua desa tersebut, Sabtu (17/08/2019), nasib warga di kedua desa tersebut memang cukup memiriskan. Sebab, sejak desa tersebut ada, warganya belum pernah menikmati listrik PLN yang non stop.

Jajaran PLN UP2K Sulteng bersama pemerintah setempat

“Menurut warga, selama ini mereka hanya nikmati listrik dari genset, itu pun durasinya tak lama. Rumah yang dilayani pun hanya tiga sampai empat rumah,” ungkap Weku.  

Diungkapkan pula, Desa Uelincu dan Desa Panjoka ini terletak hanya 9 kilometer dari PLTA Poso, PLTA terbesar di Pulau Sulawesi. Menurut Weku, rencana melistriki Desa Uelincu dan Desa Panjoka sudah dimulai dari tahun 2012 yang pekerjaaannya dikontrakkan, tapi gagal. Kemudian di tahun 2014  kembali gagal karena terkendala jaringan kabel yang harus melalui hutan lindung.

“Lalu tahun 2017 dikontrakkan lagi, dan akhirnya tanggal 17 Agustus 2019 ini, listrik akhirnya bisa masuk di Desa Uelincu dan Desa Panjoka,” ujarnya.

“Berbagai kendala hadir menghadang, tapi kami tidak pernah ada kata menyerah untuk berusaha membangun jaringan listrik masuk ke Desa Uelincu dan Desa Panjoka,” tambah mantan Manajer PLN Rayon Manado Selatan, wilayah pelayanan Rayon terbesar di PLN UIW Suluttenggo.

Weku pun merinci, untuk melistriki Desa Uelincu dan Desa Panjoka ini dibangun Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 32,7 KMS (kilo meter sirkuit), Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 3,4 KMS, dan gardu 100 kVA di tiap desa. Dua desa ini memiliki potensi pelanggan sebanyak 213 KK.

Robert Weku menerima cenderamata dari kepala desa

Untuk mencapai dua desa ini, perjalanan penuh perjuangan karena jalannnya berkelok-kelok dan hanya perkerasan, yang terkadang berbecek saat hujan. Jaraknya sekira 17 kilometer dari pusat pemerintahan Kecamatan Pamona Utara.

Sementara itu, General Manager PLN UIW Suluttenggo Christyono mengatakan, hadirnya listrik PLN di dua desa tersebut telah menambah realisasi dari target rasio elektrifikasi  yang dipatok oleh pemerintah kepada PLN bahwa: akhir Tahun 2019 sebanyak 99,9 % rumah tangga di Sulawesi Tengah sudah menikmati listrik PLN.

“Makanya kami atas nama PT PLN UIW Suluttenggo melalui UP2K Sulteng berkomitmen tinggi untuk bisa mencapai target tersebut,” ujar Christyono seraya menyebut untuk Kabupaten Poso sendiri tersisa beberapa dusun yang belum berlistrik PLN, salah satunya adalah di Desa Kilo.

Saat ini, katanya, PLN UIW Suluttenggo melalui PLN UP2K Sulteng masih tetap dan terus bekerja keras membangun jaringan listrik di seluruh pelosok Sulawesi Tengah. “Agar listrik tidak hanya menjadi sebuah harapan belaka, tetapi benar-benar bisa dirasakan dan dinikmati oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Sementara Weku menambahkan, keberhasilan masuknya listrik di Desa Uelincu dan Desa Panjoka tidak lepas dari bantuan dan dukungan yang amat besar dari Bupati Poso Darmin Sigilipu, Camat Pamona Utara, Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Desa di dua desa, dan tentunya masyarakat Desa Uelincu dan Desa Panjoka yang sangat antusias dalam pembangunan ini.

“Harapan kami, kiranya di hari kemerdekaan ini, bapak/ibu dapat terus mempertahankan rasa kebersamaan, semangat dan dukungan yang bapak/ibu berikan saat ini sebagai wujud nyata serta arti dari kemerdekaan itu sendiri,” tambah Weku.

Bupati Poso Darmin Sigilipu yang berkesempatan menyalakan listrik di beberapa rumah warga menyatakan rasa terima kasihnya kepada PLN yang dengan gigih menghadirkan listrik di dua desa yang sudah puluhan tahun ‘gelap’ karena tak berlistrik. “Kami yakini momen ini sangat-sangat istimewa bagi warga saya di Desa Uelincu dan Panjoka, karena desa mereka sudah merdeka dari kegelapan. Kondisi ini yang dirindukan sejak puluhan tahun lalu. Terima kasih sebesar-besarnya untuk jajaran PLN,” ujar Sigilipu.(baz)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional