Menu

Diduga Banyak Lapak di Pasar di Manado Dikuasai Rentenir

  Dibaca : 63 kali
Diduga Banyak Lapak di Pasar di Manado Dikuasai Rentenir

IPMANADO — Persoalan di Pasar sepertinya telah kronis sehingga terkesan sulit untuk diselesaikan. Pasalnya, saat masalah satu baru diselesaikan, muncul lagi problem yang lain.

Salah satu contoh yakni viralnya sebuah yang menayangkan salah seorang petugas penagih di Karombasan dengan seorang pedagang.

Dalam video tersebut terdengar pengakuan pedagang jika dirinya telah membayar retribusi bulanannya kepada oknum haji. Hal itu kemudian membuat si pedagang tidak mau lagi membayar kewajibannya kepada petugas pasar, yang kemudian berujung pada adu mulut dan nyaris terjadi kontak fisik antara keduanya.

Menariknya, ketika dilakukan penelusuran wartawan harian ini, terungkap jika di antara petugas penagih, tidak ada yang bergelar haji.

“Haji yang mana? Karena setahu saya, sejauh ini tidak ada penagih di Pasar Karombasan yang bergelar haji. Tentunya ini patut ditelusuri,” ungkap Dirut PD Pasar Manado, Stenly Suwuh, ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/8/19).

Ia menambahkan, akan hal ini, kian mendorong pihaknya untuk mempercepat pendataan ulang terhadap pedagang-pedagang yang ada di pasar.

“Bukan hanya di Pasar Karombasan, tapi semua pasar di bawah pengawasan PD Pasar, akan kita data ulang pedagangnya,” sebutnya.

Ia juga mengaku jika sudah mendapat informasi jika ada beberapa rentenir yang telah memonopoli lapak.

“Awalnya mereka memberi pinjaman uang kepada pedagang dengan jaminannya lapak. Nah, giliran sang pedagang menunggak atau tak mampu lagi mengembalikan uang pinjaman, maka lapak yang mereka (pedagang, red) tempati, langsung diambil, selanjutnya oleh sang rentenir, itu (lapak, red) disewakan kembali ke orang lain,” urainya.

“Dan ini nanti terungkap ketika ada insiden seperti kemarin itu (adu mulut antara petugas penagih dan pedagang),” tambahnya.

Lanjut dia, dengan adanya pendataan kembali, maka oknum-oknum yang memonopoli lapak di pasar akan ketahuan.

“Begitu juga dengan retribusinya, akan semakin jelas dibayarkan kepada siapa,” ujarnya.

Sementara itu, disinggung soal adanya pungutan ganda oleh oknum PD Pasar, ia membantah keras.

“Itu tidak benar. Petugas kami jelas, dan saat bertugas, dilengkapi dengan ID card. Jadi, sekali lagi saya tegaskan jika tidak ada penarikan retribusi ganda di pasar,” tegasnya.

Bahkan, ia menyebutkan lagi jika pihaknya sudah banyak membuat kebijakan yang meringankan para pedagang.

“Misalnya soal sewa kios, hasil studi banding kita kemarin di Bandung dan Bali, harga sewa mereka per tahun paling kurang tujuh juta, sedangkan kita di Manado hanya enam juta,” bebernya.

Oleh karena itu, kembali ditegaskannya, jika indikasi adanya oknum-oknum yang memonopoli lapak itu hampir bisa dipastikan kebenarannya.

“Tapi kalau soal tudingan petugas kita pungut retribusi ganda, apalagi atas instruksi Dirut, itu tidak benar sama sekali,” tegasnya lagi. (ein)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional