Menu

PAMSIMAS Kisihang Aneh, Petugas Tagih Retribusi Bulanan, Air Tidak Mengalir

  Dibaca : 47 kali
PAMSIMAS Kisihang Aneh, Petugas Tagih Retribusi Bulanan, Air Tidak Mengalir

IPSITARO — Pelayanan air bersih oleh PAMSIMAS di Kampung Kisihang, Tagulandang Selatan, Kabupaten Sitaro, Sulut, mulai dikeluhkan warga.

Pasalnya, tagihan bulanan sudah diminta petugas, sementara airnya tak dinikmati konsumen.

“Ini bukan baru satu dua hari, tapi sudah dua bulan seperti ini (Air tidak mengalir, red),” ungkap beberapa konsumen.

Ironisnya lagi, mereka mengaku hingga kini tidak pernah mendapat pemberitahuan dari petugas pengelola PAMSIMAS sampai kapan kondisi ini berlangsung. Termasuk juga penyebab air tak mengalir, juga tak diberitahukan.

“Jika alasannya lantaran kami belum membayar (retribusi, red), saya kira hal itu tidaklah benar, karena kami tetap
membayar setiap bulannya,” tutur mereka sembari menyebutkan, per bula pelanggan dibebankan Rp15.000.

Lanjutnya, kalau alasannya karena ada pipa yang bocor, mereka juga mengaku jika hal itu tidak masuk akal.

“Kalau ada yang bocor, mestinya diperbaiki karena iuran bulanannya tetap kami bayar, itu artinya ada anggaran untuk perbaikan,” sebutnya.

Ditambahkannya lagi, saat ini, untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari mereka terpaksa harus menggunakan sepeda motor untuk mengambil air dari sumur yang kualitas kurang baik jika dibandingkan dengan air dari Ake Panoka.

Sementara itu, Kapitalau (Kepala Desa, red) Kisihang, Wolden Kabenaran, ketika dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, pengelolaan air yang belakangan mulai banjir keluhan ini, sudah diserahkan ke pengurus (PAMSIMAS).

“Kita (Pemerintah kampung, red) sifatnya hanya berkoordinasi,” sebut Kabenaran.

Ditanya soal 2 bulan air tersebut tidak lagi mengalir, ia juga tidak menampik.

“Yah, kira-kira begitu. Dan kita sudah panggil pengurusnya baru-baru ini untuk dimintai klarifikasi, dan menurut penjelasan mereka, ada beberapa pipa yang bocor,” terangnya.

Disinggung terkait pengelolaan keuangan, dia mengaku sampai saat ini tidak pernah mendapat laporan resmi dari para pengurus.

Padahal perlu diketahui bahwa pada awal pembangunan proyek air tersebut, ada dana stimulan dari pemerintah kampung melalui dana desa sekira Rp30 juta untuk menunjang pengerjaannya.

“Sampai saat ini kami tak pernah tahu menahu dengan pengelolaan keuangan dari pihak pengurus,” ujarnya sembari berjanji akan segera mengundang para pengurus untuk membicarakan hal ini agar tidak berlarut-larut.

“Kasihan warga, jika hal ini tak segera diselesaikan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, jumlah pelanggan sekira 80 orang, dan jika dikalikan dengan retribusi Rp15.000 per bulan, maka setiap bulannya pengurus mengantongi sekira Rp1,2 juta. (gus)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional