Menu

Penurunan Stunting di Sulut 9,3%

  Dibaca : 97 kali
Penurunan Stunting di Sulut 9,3%
Rakor penilaian penurunan stunting

Andi: Masih Ada Bolmong, Penanganan Harus Keroyokan

MANADO — Pemerintah pusat menilai hasil penanganan stunting (balita bertubuh pendek) di Sulawesi Utara. Ada dua daerah yang menjadi fokus penilaian yakni Bolmong Utara dan Bolmong. Hasil penilaian oleh pemerintah pusat menunjukkan bahwa Bolmut sudah 77 persen berhasil menurunkan prevalensi stunting dan Bolmong masih 11 persen.

“Tapi, biar saja nilainya masih rendah, asal kita sudah melakukan upaya-upaya. Ada kemauan dulu,” ujar Andi Irfanji SKM MKes, Regional Coordinator Sulawesi Ditjen Bina Bangda Kemendagri dalam pertemuan untuk Penilaian Kinerja Kabupaten Dalam Pelaksanaan Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Provinsi Sulut, Jumat (30/08/19), di Bappeda Sulut.

Menurutnya, sumbangsih Bolmut tersebut cukup menggembirakan karena secara total penurunan prevalensi stunting di Sulut sebesar 9,3 persen, sedangkan nasional hanya 6,4 persen.

“Harus dilaksanakan keroyokan, bukan hanya tugas instansi kesehatan saja karena ada banyak sektor yang terkait,” ujarnya seraya menyebut di pusat ada 23 kementerian/lembaga yang bertugas dan dipimpin langsung Wapres.

Dalam pertemuan tersebut Andi mengapresiasi Pemkab Bolmut dan Pemkab Bolmong yang menunjukkan keseriusan menurunkan angka stunting di daerahnya. Hal itu terlihat dalam kehadiran seluruh instansi terkait.

“Saya lihat serius, karena Dinkes dan Bappeda hadir. Kami juga terus memberikan penguatan kepada Pemprov dan Pemkab,” ujarnya. Di Bolmut ada 10 desa yang diintervensi berdasarkan Riskesdas 2013, dan di Bolmong juga ada di 10 desa sesuai data Kemenko PMK.

Kepala Bappeda Sulut yang diwakili Kepala Bidang Pemerintahan, Sosial dan Budaya Feibe Rondonuwu mengatakan persoalan stunting menjadi perhatian serius pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK) untuk diselesaikan. Makanya, seluruh kabupaten/kota dimintakan data balita yang terindikasi stunting untuk ditangani bersama dan komprehensif.

“Beberapa tahun belakangan ini memang baru di Bolmut dan Bolmong, dan ini berdasarkan penetapan Kemenko PMK. Daerah lain juga kemungkinan besar ada. Pak Gubernur dan Pak Wagub minta harus diselesaikan secara bersama. Keroyokan. Tujuannya untuk penyiapan SDM yang unggul,” ujar Rondonuwu.(baz)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional