Menu

Bendungan Kuwil Target Agustus 2020

  Dibaca : 42 kali
Bendungan Kuwil Target Agustus 2020
KEBUT: Proses pengecoran di bagian intake untuk air baku dan pembangkit listrik.

Progres Sudah 60-an Persen, Lahan 84 Persen

MANADO — Bendungan Kuwil Kawangkoan di Minahasa Utara terus dikebut penyelesaiannya. Bendungan yang jadi salah satu proyek strategis nasional di Sulut itu progresnya sudah berada di 60-an persen.

“Paket 1 sudah 53 persen dan paket 2 ada di posisi 70-an persen. Masih on schedule,” kata PPK Bendungan 1 Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) 1 Lidya Karema, akhir pekan lalu.

Lidya menjelaskan, paket 1 yang dikerjakan PT Wijaya Karya (persero), meliputi pekerjaan bendung utama berupa timbunan, diafragma wall, dan cap concrete. “Paket 1 dominan pekerjaan timbunan, terutama di bendung utama,” katanya.

Sedangkan paket 2 yang ditangani PT Nindya Karya lebih besar progresnya karena pekerjaan ini berupa spillway yang lebih dulu dibentuk, dan saat ini sedang proses pembetonan atau cor. Paket 2 juga sedang mengerjakan intake (jalur masuk air) untuk air baku dan pembangkit listrik (PLTMH). “Paket 2 banyak pekerjaan beton,” tambahnya.

Dijelaskan juga, untuk efisiensi pekerjaan, saat ini juga sedang disiapkan lokasi untuk timbunan material atau stock pile khususnya untuk bendung utama. Seperti batu bolder, tanah, dan batu lain dengan berbagai ukuran.

“Material pembentuk bending utama sudah harus disiapkan sejak sekarang agar ketika sudah waktunya menyusun material tersebut, stoknya sudah tersedia. Lebih efisien waktu,” imbuhnya.

Makanya, kata dia, pihak pengadaan tanah sudah membebaskan lahan seluas 4,8 hektare untuk stock pile di areal bagian depan lokasi proyek. “Sekarang sedang dalam penataan, karena belum lama dibebaskan,” ungkapnya. “Nantinya juga ada beberapa lokasi untuk stock pile,”

Sementara itu, PPK Pengadaan Tanah untuk Bendungan Ronny Rudson menjelaskan, di Bendungan Kuwil Kawangkoan posisi terakhir lahan yang sudah dibebaskan sebesar 84 persen, dan nanti akan bertambah lagi pekan ini karena aka nada pembayaran lahan yang sudah selesai administrasinya.

“Untuk stock pile sudah ada 4 hektare lebih yang baru dibayar Juli lalu, dan nanti aka nada lagi. Di sisa yang masih ada 16 persen yang belum dibebaskan paling banyak untuk genangan dan green belt,” ungkap Rudson.

Untuk target penyelesaian, ungkap Kepala Satker Bendungan Novie Ilat, sesuai target dalam kontrak kerja hingga Agustus 2020. Setelah itu, sambung Ilat, akan dilakukan inspeksi oleh Balai Bendungan sebagai persiapan pengisian air.

“Prosesnya memakan waktu beberapa bulan. Bisa nanti 2021 baru Bendungan Kuwil Kawangkoan akan beroperasi,” ujarnya seraya berharap dukungan dan doa masyarakat Sulut untuk kelancaran seluruh proses pekerjaannya.(baz)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional