Menu

Hengkang dari Nasdem, Yasti Belum Putuskan Arah Politik

  Dibaca : 39 kali
Hengkang dari Nasdem, Yasti Belum Putuskan Arah Politik
Yasti Soepredjo Mokoagow

BOLMONG—Arah politik Bupati Bolmong Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow sulit ditebak. Pasalnya, setelah membesarkan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Sulawesi Utara (Sulut), salah satu perempuan hebat bumi nyiur melambai ini, tiba-tiba mengundurkan diri dari partai besutan Surya Paloh tersebut.

Kepastian ini pun diungkapkan Yasti, setelah menjadi perbincangan hangat di kalangan penggiat politik di Sulut, sepekan terakhir ini. Kepada para wartawan usai menghadiri pertemuan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bolmong, mantan Ketua Komisi V DPR-RI ini mengungkapkan bila dirinya tidak lagi berpartai. “Hari ini saya bukan lagi orang berpartai,” ungkap Yasti, di Desa Kopandakan II, Kecamatan Lolayan, Senin (7/10) kemarin.

Bahkan, politisi yang sudah membesarkan beberapa partai di Sulut ini, secara tegas mengungkapkan bahwa dirinya sudah keluar dari Nasdem. “Ya, sudah resmi (keluar Nasdem, red),” ucapnya.

Ironisnya, langkah politik Yasti, diambilnya usai membesarkan Nasdem di Sulut. Bahkan, dengan tangan dingin Yasti, berhasil menaikkan derajat partai yang akrab dengan kata restorasi tersebut. Terbukti, Nasdem di Sulut berhasil mengutus dua personilnya di DPR-RI dan menjadikan partai tersebut sebagai pemenang kedua dalam kontestasi pemilihan legislatif (Pileg) di bumi nyiur melambai dengan mengutus 3 wakil rakyat dari BMR di DPRD Provinsi. Tak hanya itu, Nasdem juga berhasil menjelma sebagai salah satu partai terbesar di Kabupaten Bolmong dengan mendapatkan 7 kursi di legislatif dan hanya selisih suara dari PDI-P yang mendapatkan kursi ketua DPRD.

Dengan keputusan ini, tentunya tangan dingin dan sumbangan pikiran Yasti diincar berbagai partai politik. Bahkan, seusai keluar dari Nasdem, politisi yang juga pernah membesarkan Partai Amanat Nasional (PAN), dikait-kaitkan bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sayangnya, kedekatan Yasti dengan partai berlambang moncong putih tersebut belum diakuinya. Saat ditanyakan para wartawan, Yasti secara tegas mengungkapkan belum bergabung dengan partai mana pun. Ia mengatakan, keputusan politiknya masih akan ditentukan lagi kedepan. “Yang jelas, untuk bergabung ke partai politik, nanti akan saya tentukan ke depan,” kata Yasti menaiki mobil Toyota Alpard yang menjadi kendaraan operasional Bupati Bolmong.

Ketertarikan PDI-P untuk meminang Yasti merapat ke ‘kandang’ banteng tersebut sebenarnya sudah terlihat sekian lama, sebelum mencalonkan diri sebagai bupati. Bahkan, PDI-P adalah partai yang mengusung pencalonan Yasti dan Yanny Tuuk dalam kontestasi pemilihan bupati Bolmong. Sayangnya, setelah terpilih menjadi Bupati Yasti bergabung dengan Nasdem.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut Frangky Wongkar, saat diwawancarai para wartawan pada pekan lalu, menyebut komunikasi politik dengan siapa pun adalah lumrah. “Kalau komunikasi politik itu lumrah, itu hal yang wajar saja,” kata Wongkar.

Senada dikatakan Wakil Ketua DPD PDIP Sulut Steven Kandow. Wakil Gubernur Sulut ini mengungkapkan PDI Perjuangan adalah partai yang mengusung pertama kali Yasti pada pencalonan Bupati Bolmong 2016 lalu. “Loh, yang usung Ibu Yasti itu kan PDI-P. Jadi PDI-P dan Ibu Yasti itu sudah lama dekat,” pungkas Steven belum lama ini. (jly)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional