Menu

BMR Penentu, Yasti atau Yanny Kans Papan Dua Sulut

  Dibaca : 82 kali
BMR Penentu, Yasti atau Yanny Kans Papan Dua Sulut

BOLMONG—Cikal-bakal calon gubernur dan wakil gubernur di Sulawesi Utara (Sulut) masih menjadi tanda tanya. Meski demikian, kabar direkrutnya Gubernur Sulut Olly Dondokambey menjadi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo, semakin mempertegas dominasi Steven O Kandouw untuk menjadi calon gubernur yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Namun, masih menjadi teka-teki siapa kandidat yang akan mendampingi akan mendampingi figur yang masih menduduki kursi wakil Gubernur Sulut tersebut?. Sejumlah figur mulai dipasangkan dengan calon gubernur yang murah senyum tersebut, termasuk di dalamnya Bupati Bolmong Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wakil Bupati Bolmong Yanny Ronny Tuuk STh MM. Kedua figur perwakilan Bolaang Mongondow Raya (BMR), disebut-sebut masuk dalam seleksi PDIP untuk mendampingi Steven Kandouw. Apalagi, perwakilan BMR diyakini sebagai penentu kemenangan dalam pemilihan gubernur (Pilgub) 2020 mendatang. Lalu bagaimana peluangnya?

Bagi Yasti, tentu berpeluang besar. Sebab keduanya sudah mempunyai chemistry, terinformasi keduanya sudah lama saling kenal bahkan semenjak berada di bangku perkuliahan. Apalagi, peristiwa politik yang menghebohkan beberapa bulan terakhir, dengan keluarnya Yasti dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dinilai suatu signal kuat untuk masuk ke ‘kandang’ banteng dan menjadi wakil gubernur dari PDI-P. “Ya dalam politik bisa saja terjadi. Apalagi, tekad Yasti untuk membangun Bolmong Raya sangatlah besar dan pastinya akan berupaya dengan berbagai cara termasuk masuk dalam sistem pemerintahan di Provinsi Sulut dengan menjadi wakil gubernur,” ungkap sejumlah orang dekat Yasti yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Majunya Yasti dalam Pilgub bisa saja terjadi, sebab periode kepemimpinan di Bolmong tinggal dua tahun lagi yakni pada tahun 2022. Setelah itu akan ada masa jeda sebab pemilihan bupati Bolmong rencananya akan dilaksanakan 2024 mendatang. “Seorang politisi pastinya harus mempunyai panggung. Jika ada jeda pastinya akan berpengaruh pada elektabilitas,” ungkap pengamat Politik Bolmong Raya Riadi Sona.

Disisi lain, jika tidak ada aral melintang dalam 5 tahun kedepan Provinsi BMR bakal terbentuk. Jika dalam posisi wakil gubernur, pastinya akan lebih mempermudah langkah Yasti untuk maju dalam gubernur BMR. “Ya dalam politik harus memikirkan beberapa langkah kedepan,” ungkap Icas -sapaan akrab Riadi-.

Masuknya mantan ketua Komisi V DPR-RI dalam radar politik Sulut tersebut, tak dibantah Yasti. Namun ia menyebut segala yang beredar saat ini masih sekadar informasi kasak-kusuk semata. “Untuk saat ini saya belum bisa memberikan tanggapan apa pun. Intinya kalau nama saya digadang-gadang maju sebagai Cawagub, itu masih sekedar informasi kasak-kusuk saja,” kata Yasti, kepada sejumlah wartawan beberapa waktu lalu.

Terkait dengan langkah politiknya setelah mundur dari Nasdem dan digadang-gadang masuk di PDIP, Yasti juga belum memberikan komentar lebih. “Saya orangnya prinsip. Saat ini saya masih bertawakuf dan bertafakur. Intinya kalau komitmen berjalan mulus, pasti akan dipertahankan,” ucapnya. “Untuk saat ini saya masih berpikir panjang dan belum menentukan sikap untuk bergabung dengan partai mana pun. Saat ini saya non partai,” tambahnya.

Disisi lain, figur yang paling berpeluang kuat yang disebut-sebut mendampingi Steven Kandouw dalam Pilgub adalah Yanny Tuuk. Ketua DPC PDI-P Bolmong ini adalah figur yang layak, apalagi bersama Steven Kandow, lama dibesarkan dalam PDI-P. Tak hanya itu, akhir-akhir ini elektabilitas Yanny semakin menguat bukan hanya di Bolmong namun di Minahasa dan Manado. “Yanny merupakan figur yang tepat untuk menjadi calon wakil gubernur,” ungkap Tokoh Masyarakat Desa Tolour, Tondano Timur, Kabupaten Minahasa Verry Sampouw.

Kalo -sapaan akrab Verry – mengungkapkan banyak warga Minahasa yang dekat dengan wakil Bupati Bolmong tersebut. Apalagi, walaupun berdomisili di Bolmong, namun Yanny mempunyai banyak kerabat dan saudara di Tondano, Kawangkoan, Langowan, Minahasa Selatan dan Manado. “Tentunya figur ini sangat diperhitungkan untuk Pilbup mendatang,” tegangnya.

Dalam berbagai kesempatan, Yanny tidak membantah jika dirinya masuk dalam radar survei calon wakil gubernur. Namun ia mengungkapkan, semuanya ada mekanisme partai. “Saya adalah petugas partai (PDIP). Jika partai memerintahkan untuk maju pasti akan dilaksanakan. Ataupun jika partai berkehendak lain, pastinya siapa pun calonnya akan saya dukung,” terang Yanny.

Pengamat politik menyebut keterwakilan BMR sangatlah menentukan kemenangan dalam Pilbup mendatang. “Jika ada utusan BMR di Pilgub Sulut pastinya sebagian besar warga pasti akan memili calon tersebut. Sebab unsur kewilayahan sangatlah penting dalam pemilihan,” kunci Icas. (jly)          

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional